h1

Utak-atik Adobe Photoshop dan PhotoScape [Part I]

Mei 16, 2009

Beberapa hari yang lalu, iseng-iseng liat foto-foto di folder vi’s picture tidak sengaja menemukan ni foto. Menarik. Tapi rasanya ingin coba-coba diperbaiki agar lebih ceria. Coba di-edit akh!

b e f o r e

before

before

Menurutkuuuu, foto ini kurang hidup, kurang tegas, kurang greget tapi overall setting-nya bagus, seperti sengaja dikondisikan. Karena itulah aku pilih foto ini untuk di-makeover. Sedikit sih, tapi lumayan-lah. Begini hasilnya :

a f t e r

after

after

Gimana hasilnya? lumayan-lah yaaa.. haha! :D

h1

Relationship Officer (RO)

Maret 26, 2009

Relationship Officer, secara harfiah:

Relationship adalah Hubungan, Pertalian, Persahabatan.

Officer adalah Karyawan, Pegawai.

Itulah pertama kali Saya menyimpulkan arti kata Relationship Officer ketika Saya mengikuti job interview di salah satu Bank Nasional di Negeri ini.. Yah, intinya sih suatu pekerjaan dimana job descriptionnya adalah menjaga relasi atau hubungan, baik itu intra-perusahaan ataupun inter-perusahaan.. Setelah mengetahui maknanya Saya sangat senang karena sangat cocok dengan karakter Saya [Perhaps] yang sangat senang berteman, memperluas network, dan bertemu banyak orang..

Akan tetapi, setelah benar-benar melakukan tahap interview Saya bingung dan kagok karena pertanyaan yang diajukan oleh interviewernya bukan tentang hubungan ataupun relationship melainkan tentang perkreditan.. Duarrrr!! [kaget!].. Fyuhhhh! Perkreditan!!!? Sungguh jauh dari apa yang Saya bayangkan sebelumnya.. Dunia yang sama sekali asing bagi Saya [FYI, basic kuliah Saya adalah Teknik Industri]..

Pertanyaan pertama, “Apa yang Anda ketahui tentang Kredit?”.. Tau apa jawaban Saya?? Saya menjawab Kredit itu dengan pengertian Kartu Kredit [gyaaaaaaa!! Malu Sayaaaa!].. Untungnya para pewawancara mengarahkan Saya bahwa maksud pertanyaan tersebut adalah kearah Kredit Usaha, dengan raut wajah merah karena malu Saya meminta maaf dengan bersembunyi dibalik background Teknik Saya berharap kebodohan dari jawaban Saya dimaklumi.. [hahaha!] Kemudian Saya dengan sukses mengarang bebas menjawab pertanyaan demi pertanyaan tentang perkreditan sambil dalam hati berharap wawancara ini cepat berlalu dan ternyata doa Saya terkabul.. Keluar dari ruang wawancara Saya benar-benar pesimis terhadap hasil dari test tersebut.. Kemudian berusaha melupakan peluang kelulusan Saya di Bank tersebut..

Selang beberapa hari, Saya diberi kabar bahwa SAYA LULUS ke tahap selanjutnya.. [Hwaaaaaaa!] Rasanya tidak percaya lho, tapi ternyata benar adanya..

Ternyata, dari tahapan test selanjutnya Saya dapat informasi bahwa Relationship Officer itu nama lainnya adalah Credit Analyst.. Jadi, Relationship Officer bekerja menganalisis kelayakan usaha dari Perusahaan/Perorangan yang akan mengajukan kredit ke Bank.. Dimana kelayakan tersebut dilihat dari 5C yaitu Character, Capability, Capital, Condition of Economy, Collateral..

[hahahaha!] ternyata agak jauh ya dari yang Saya bayangkan sebelumnya.. Yah, ada kaitannya bahwa Relationship disini adalah penghubung antara Kreditur (Bank) yang memberikan pinjaman dan Debitur (Perusahaan/Perorangan) yang mendapatkan pinjaman dari Kreditur (Bank)..

Semoga tidak ada lagi yang salah makna seperti ini nantinya.. :)

h1

Kembali Menulis..

Maret 26, 2009

Kembali Menulis..

Jujur.. Agak kagok juga nih diriku.. Setelah lama meninggalkan apa yang baru saja dimulai..

Kayak orang yang dah lama ga olahraga jadi ketika memulai olahraga harus melakukan pemanasan terlebih dahulu.. Begitulah diriku sekarang.. memulai menulis huruf per huruf, merangkai kata demi kata sehingga menjadi untaian kalimat yang sarat makna.. Semoga benar-benar bermakna.. Setidaknya demi diriku sendiri, untuk menyemangati memulai menulis lagi.. Sehingga di tulisan selanjutnya menjadi benar-benar bermakna buat orang lain..

*hufff, serius sekali sepertinya jadi malu aja*

Oya, ditulisanku sebelumnya Habis Gelap Terbitlah Terang….! Habis Lulus….? aku bercerita sekilas tentang kebingunganku setelah lulus kuliah dan sebelum mendapatkan pekerjaan.. Ditulisan ini aku hanya ingin melanjutkan kalimatnya.. Habis gelap terbitlah terang.. Habis lulus.. Akhirnya aku bekerja di salah satu Bank Nasional di Negeri kita tercinta ini sebagai Analis Kredit Usaha Kecil.. Mungkin ini saja dulu, sekedar pemanasan.. Ingin sekali berbagi cerita tentang pengalamanku di pekerjaan ini.. Insya Allah akan segera tayang di tulisan-tulisan selanjutnya.. Semoga.. (^^,)

h1

Habis Gelap Terbitlah Terang….! Habis Lulus….?

April 23, 2008

Ternyata benar apa yang beberapa teman ucapkan… Hampir setiap mahasiswa tingkat akhir mengejar waktu LULUS dengan bersemangat, cari bahan-menghadap dosen-cari data-lembur. Jadwal penuh. Rasanya bermain-main, melakukan aktivitas yang fun menjadi impian.

Skripsi kelar. Pendadaran kelar. Urus-urus administrasi kelar. Setelah itu?. Bingung. Kaget. Terlalu banyak senggang setelah berlama-lama sibuk.

Haaahhhhhhhhh…..Berharap semoga, secepatnya status ‘Jobseeker’ lepas dari nama belakangku….amin….

You are educated. Your certification is in your degree. You may think of it as the ticket to the good life. Let me ask you to think of an alternative. Think of it as your ticket to change the world.

–Tom Brokaw–

h1

When I Was Child…

April 23, 2008

Melihat gambar diatas, mengingatkan pada pengalaman masa kecil… “Ayo anak-anak, sekarang pelajaran menggambar… Buka buku gambar kalian masing-masing yaaa…!” Dengan semangat menggebu-gebu sebagian anak-anak (sudah tentu salah satunya Saya…) tersenyum senang. Sang guru melanjutkan, “Ayo kita menggambar pemandangan yaaa…!”. PEMANDANGAN. Yang terlintas di pikiran sebagian anak-anak adalah :

  • Gambar dua buah gunung,
  • Dengan matahari menyembul diantara dua gunung tersebut,
  • Tak lupa dengan awan biru yang menggumpal,
  • Tambahkan beberapa burung dengan bentuk ‘w terbalik’,
  • Dan satu lagi yang paling penting, PADI! Dengan membuat huruf ‘V’ dan ditarik garis lurus diantara huruf V tersebut. Jadilah PADI.

Sekarang, ketika kembali mengingatnya. Saya baru sadar, dari mana ketetapan bahwa gambar pemandangan adalah seperti diatas. Secara spontan hampir seluruh anak menggambar yang sama. Jujur saja, di daerah Saya sama sekali tidak ada pedesaan dengan sawah terhampar sehingga Saya bingung darimana ide tersebut muncul?.”Duniaaa Khayaaal…!”.

Ketika hal ini diperbincangkan lagi bersama teman kuliah, ternyata sebagian mereka (yang berasal dari belahan nusantara yang berbeda) melakukan hal yang sama. Lucu. Ternyata anak Indonesia (pada zaman itu) sangat kompak ya?. Bhineka Tunggal Ika. Berbeda-beda domisili, GAMBAR PEMANDANGANNYA tetap sama. Bagaimana dengan Anak SD di zaman sekarang ya?