Salam Rindu Untuk Kakek..

Ya Allah..
Betapa waktu telah berlalu begitu cepat..
Lambat laun, aku bayi, tumbuh jadi aku kecil, kemudian tumbuh lagi menjadi aku remaja, lagi menjadi aku dewasa, lalu menikah..
Aku mendaki fase demi fase kehidupan itu diiringi berbagai macam alunan nada. Meski terkadang sendu, aku menggapainya dengan semangat yang menggebu-gebu.. Seakan ingin menunjukkan pada dunia bahwa aku berhasil mendaki setiap puncaknya dan aku bahagia..

Ya Allah..
Aku terkadang lupa.. Bahwa waktu itu tak hanya berjalan di tempatku, di kehidupanku, tapi juga di tempat yang lainnya.. Termasuk orang tuaku, kakekku, nenekku..
Aku lupa, bahwa ketika aku menaiki tangga kehidupanku.. Pada saat yang bersamaan orang tuaku, kakekku, nenekku juga berganti fase..

Ya Allah..
Aku lupa, bahwa aku berada di dimensi waktu yang sama dengan mereka..
Di saat aku bayi, mereka masih muda dan bertenaga.. Mereka secara bersama-sama menjagaku, merawatku, dan membesarkanku.. Kemudian aku tumbuh, menjadi aku kecil.. Pada saat itu pula, mulai terlihat garis putih di rambut dan kerutan di wajah kakek & nenek. Begitupun selanjutnya, ketika aku remaja, kemudian dewasa, di kala aku berbahagia karena lulus sekolah, lulus kuliah, kemudian bekerja, disaat itu pula mereka menua.. Dengan stock tenaga yang kian terkuras dan aktivitas gerak yang mulai terbatas..

Ya Allah..
Kini ku dengar kabar, bahwa operasi katarak kakekku tak berhasil. Kedua matanya tak bisa melihat..

Ya Allah..
Ini sungguh menyentak.. Dengan kondisi yang terpisah jarak.. Ditambah dengan kesibukan yang tak henti-hentinya ini.. Aku sadar komunikasiku dengan mereka sangatlah minim..

Ya Allah..
Aku bersedih..
Teringat tangis haru kakek ketika aku pulang dari pendidikan pekerjaanku di Jakarta 4 tahun yang lalu.. Ia menangis ketika aku menghadiahkan kemeja batik untuknya.. Padahal kemeja itu bukanlah kemeja mahal.. Tapi ia sungguh terharu.. Bahwa cucunya ini ingat padanya.. Ingat membelikannya sesuatu ketika pulang lebaran..
Teringat ketika aku mendapatkan pengumuman penempatan di wilayah 2 Padang.. Kakek bersama kedua orang tua-ku ikut mengantarkanku melalui jalan darat ke Padang.. Pengalamanku pertama kali menginjakkan kakiku di tanah leluhurnya.. Sumatera Barat.. Bersamanya..

Ya Allah..
Aku rindu..
Kutitipkan rasa rindu pada kakek ini padamu ya Allah.. Aku hanya ingin ia sembuh.. Kembali sehat.. Dan bisa melihat cucu pertamanya ini ketika pulang nanti.. Kabulkan doaku ini ya Allah.. Amin..

Kakeeeeeeeek, vivi kangeeeeeeeen.. TT.TT

Analis Kredit = Dukun, Pengacara, Akuntan, Appraiser, Mahasiswa Tingkat Akhir, Marketer

Pengen cerita lebih detail tentang profesi yang sekarang saya tekuni & pelajari (sejak 4 tahun yang lalu).

As we know, terdapat 5 kriteria dalam pemberian pinjaman ke calon peminjam (debitur) yaitu Character-Capacity-Capital-Collateral-Condition of Economy (5C). Dalam melakukan analisis dari masing-masing kriteria tsb kita dituntut untuk meraba, memahami, menyelidiki, menghitung, menilai sehingga dapat menjadi masukan untuk memutuskan itu calon debitur layak atau gak,

Belom lagi nih, usahanya mereka kan macem-macem tuh jenisnya. Mulai dari pedagang & distributor sembako, pedagang emas, importir vetsin, produsen tabung gas, produsen tas, kontraktor, supplier, garment, konveksi, jasa angkutan & pelabuhan dll. Gimana nilainya? *garuk-garuk tembok sambil nyemilin kapur barus* T.T

Itulah mengapa saya tulis judul ini. Analis Kredit = Dukun, Pengacara, Akuntan, Appraiser, Mahasiswa Tingkat Akhir, Marketer. Analis itu dituntut jadi bunglon. Anda bingung? (sama, saya apalagi dari dulu penyakit bingung ini ga terobati). Tenang saudara-saudara, berikut deskripsi-nya *nunjuk ke slide presentasi* *eh?* =p. Seperti yang telah saya ungkapkan tentang 5C diatas dalam menganalisisnya kita punya tools pendukung dan penjelmaan =p, berikut penjabarannya:

C h a r a c t e r
Untuk kriteria ini kita perlu banyak menggali karakter calon debitur tsb kira-kira ia punya willingness to pay gak? Udah dikasih pinjeman bakal balikin sesuai jadwal dan jumlah angsuran yg ditetapkan gak? Dan apakah ybs kompeten menjalankan usaha ini? Sehingga perlu ditelusuri track record (karakter, latar belakang pendidikan, pengalaman usaha, kerja sama dengan Bank, dll.) dari calon debitur ini. Nah, untuk menggali hal tsb bisa dari calon debiturnya sendiri, tanya ke BI melalui BI checking (SID BI), verifikasi ke rekanannya, customernya, keluarganya, tetangganya, yah sebanyak-banyaknya info lah. Nah, yang paling susah gimana bisa menilai karakter hanya dari bincang-bincang dengan calon debiturnya sendiri? Gimana? GEMANAAA? Di sinilah seorang analis menjelma menjadi Dukun (bukan dukun beranak yak!) yang bisa menilai atau membaca yang tidak terlihat oleh mata. Gimana ngedapetin keahlian ini? Kata senior-senior saya, kemampuan mandraguna ini di dapet dari pengalaman, yah semacam learning by singing gitu deh, eh doing dan yang utama perbanyak doa, mohon petunjuk sama Allah. Kalo masih gak kebaca juga gimana? Ya sudah, berarti kita belom yakin sama ni orang, mungkin ini jawaban dari doa kita. (simple kan? Hihihi berusaha dibikin simple ajalah ya!). Oya, penilaian karakter ini sangat krusial. Mengapa? Karakter itu untuk menganalisis willingness to pay calon debitur, willingness means kemauan a.k.a. niatan a.k.a. iktikad. Percuma punya kesanggupan jikalau seseorang ini gak punya kemauan/niatan/iktikad untuk membayar kewajiban (oh teganyaaa.. *nyanyik*).

C a p a c i t y
Kritreria ini untuk menilai kemampuan calon debitur dalam membayar kembali pinjaman (repayment capacity). Nah, karena ini khusus pembiayaan usaha maka yang kita nilai adalah kelayakan usahanya baik dalam bidang keuangan, manajemen, pemasaran, teknis dll. Di sini kita berganti peran menjadi seorang Konsultan Usaha dan Akuntan. Untuk analisis manajemen, kita menilai kemampuan, track record dan pengalaman manajemen. Pada anasisis pemasaran, kita menilai prospek pasar, target pasar, area pemasaran, kondisi persaingan, dll. Untuk analisis keuangan di mulai dari input Laba Rugi & Neraca, analisis kebutuhan pembiayaan dan kemampuan membayar kembali melalui proyeksi cashflow perusahaan sampai dengan analisis kelayakan investasi (Payback Period, NPV, IRR) kita lakukan. Analisis keuangan ini merupakan bagian yang paling ‘njelimet’, apalagi jika calon debitur yang akan kita biayai itu pencatatan keuangannya masih sederhana, hanya berupa pencatatan keluar masuknya uang pada buku nota *lap keringet*. Kalo udah begitu, dari data tsb satu-persatu kita rekapitulasi dan tuangkan ke dalam laporan Laba Rugi. Belum lagi ditambah jika format cashflow kita lagi gak bersahabat (ga balance) wew bisa kayak nyari jarum di tumpukan jerami tuh. Hihihi, kalo udah begitu biasanya saya lari sejenak dari urusan kerjaan, cari penyegaran, karena kalo dipaksain yang ada tu analisis dijamin bakal tambah ancur lebur! DIJAMIN.

C a p i t a l

Jersey Inter Milan

Aku & Jersey Inter

Mau pamer Jersey Inter nih. Akhirnya, setelah sekian lama jadi tifosi-nya Inter punya juga Jersey-nya! *Huge thank for my husband*

Kalo gini udah sah kan ya jadi Interisti? :D

Jersey ini nyampe Jumat kemarin. Nyampe mobil pas dijemput suami, dia langsung nyodorin bungkusan. Senengnya bukan maen deh pas liat dan pegang. Muka langsung sumringah. Padahal seharian di kantor rasanya capek banget, seketika hilang letihnya dan mendadak bersemangat. *lompat-lompat kegirangan*

Foto via iPad :D

Ini jersey langsung dicoba, langsung minta fotoin sama suami, dengan lokasi dan kondisi yang ‘gak banget’. Setting di Mobil, dalemannya Baju Batik habis ngantor, fotonya pun pake iPad. Habis itu langsung di-upload via Instagram yang link ke Facebook & Twitter. Hoaha! Norak yah? BIARIN. Namanya juga ngefans banget. :’)

Gak berhenti sampe di situ kegilaannya. Sesampainya di rumah, buru-buru sholat & bebersihan, langsung pake jersey dengan stelan pendukungnya dan nodong suami minta difotoin pake DSLR :D . Berhasil bikin suami menganga dan geleng-geleng kepala. Hihihi! *blushing*

Mendadak saat itu menghayal bisa nonton langsung Inter tanding dan pake tuh jersey untuk support Inter. Denger kabar Mei ini Inter ke Jakarta, friendly match with Timnas. Semoga bisa ikutan nonton di sana. Amiin. Mo liat Inter maen ya Allah :’). Setidaknya sebelum impian sesungguhnya nonton Inter di Sansiro, Milan terkabulkan. Amiin. *daydreaming*

Dunia Kerja

Sering bertanya ke diri sendiri.
Kenapa ya dunia kerja itu beda?

Jika dibandingkan:
Dunia Kerja vs Dunia Maya vs Dunia Nyata

Rasanya aku bisa menjadi diriku sendiri jika di Dunia Maya & Dunia Nyata. Padahal, Dunia Maya itu sendiri semu, abstrak.

Setelah berpikir, berpikir, dan berpikir lagi. Kenapa sampai dengan saat ini belom merasa klop di Dunia Kerja?
Mungkin jawabannya karena adanya perbedaan definisi kerja atau pekerjaan.

Kebanyakan kita menganggap kerja ataupun pekerjaan adalah tujuan akhir atau pencapaian sehingga yang lebih diunggulkan adalah goal atau hasil akhirnya, bukan proses. Kebanyakan kita lebih fokus mencari cara bagaimana mencapai suatu tahapan-tahapan tertentu dalam karir, bahkan terkadang abai dengan bagaimana belajar meningkatkan kemampuan dan kompetensi di bidang yang saat ini dijalani.

Analoginya, ketika seseorang ingin menuju lantai atas dan melihat sebuah tangga, yang dipikirkan hanyalah lantai atas tsb. Bukan melihat ke kondisi tangga dan kondisi kaki kita apakah bisa dinaiki atau apakah kaki kita cukup kuat mendaki?

Sedangkan aku, kerja ataupun pekerjaan lebih nyaman kuanggap sebagai tempat pembelajaran.

Karena itulah, aku tak ingin takut jika salah, tak ingin ragu untuk bertanya dan mencari tahu hal-hal baru, ingin selalu berdiskusi atau sharing tentang hal-hal yang belum terpecahkan.

Aku ingin menganggap kantor adalah kampusku, SOP adalah bahan kuliahku – yang masih bisa ditelaah tanpa harus ditelan mentah-mentah – dan ketika aku mengerjakan advis pembiayaanku kuanggap itu adalah tugas kuliahku.

Dengan begitu, tak perlu terburu-buru untuk naik pangkat/jabatan, tak perlu memasang muka palsu demi untuk menyenangkan atasan, atau berusaha mempercantik ucapan supaya dianggap kompeten.

Yah, aku hanya ingin menjadi diriku. Mengerjakan apa yang ku mau bukan harus, mengobservasi dan mencari jalan yang terbaik dari setiap permasalahan/kendala pekerjaanku tanpa harus kepentok dengan aturan baku.

Dan.. Rasa puas itu akan muncul jika satu persatu pekerjaanku bisa teratasi dan bertambah pula ilmu yg kudapat. Bukan jabatan yg kuraih.

Andai, andai saja semua itu bisa kulakukan seperti mauku itu..

Note : tulisan ini, bukan berarti bahwa aku tak menyukai pekerjaanku ya.. Aku suka pekerjaan ini, banyak pelajaran baru yang didapat dari pekerjaan ini. ♥

Go Blog!

Sejak tahun 2008 bikin blog, baru 25 posting tulisan. Berarti 1 tahun rerata 6 tulisan. Dan 1 bulan rerata 0,5 tulisan.

Trus sisanya ngapain aja?

Nah LOH, nah LOH.

Semoga sisanya itu aku melakukan atau memikirkan sesuatu hal yang produktif. Amin.

Mungkin, semua tulisan itu masih tersimpan dalam bentuk draft di otakku. Sebagian dituliskan melalui:

Friendster

Ya ampyun ini jadul banget :D , eh apa kabar FS sekarang yah? barusan aku buka eh udah jadi web game online LOH! Inget gak dulu yang jamannya testimony trus pake ganti page-layout, belum lagi ada tulisan blink-blink. Maygad! masa itu! :D :D :D *ngakak dulu ah*

Facebook

Belom abis masa jaya-nya Friendster eh muncul lg nih ini yang katanya di Amrik sono lg ngetrend. Ikut pulalah sign up di social media ini nih. Lucu deh, ada cerita temen yang baru aja punya account Friendster baru mau asyik maenin eh dah gak booming karena adanya Facebook. Hihihi. Untung yah akunya dah puas banget bahkan cenderung bosan pada saat itu. Lebih tepatnya sih udah keterima kerja jadi ga sempet deh buka-buka ini. Secara pada saat itu belom se-mobile sekarang, belom ada usb modem, HP pun belom secanggih sekarang yang kemana-mana bisa tetep online jadi dulu kalo mo online ya ke warnet. Huihi! (malah ngelantur nih, sorry). Oiya, kelebihan FB ini ada di notification, upload foto (cocok banget buat yg narsis) dan fitur comment di setiap status. Kekurangannya ya, layout-nya standar, lebih serius dan elegant lah ya. (penting ya? :D )

Twitter

Lumayan puas maenin FB muncul lg social media baru dengan logo burung biru. Twitter ini lebih simple, kalo buat narsis sih kurang yahud :D . Kita bisa update status terbatas hanya 140 karakter, jadi harus kreatif-kreatifnya kita deh gimana cara nuangin isi pikiran yang bejibun jadi cuma 140 karakter. Itu dia tantangannya! Lucunya, banyak orang yang memanfaatkan pemanjang twit untuk memuat semua isi kepalanya saat itu, alhasil isi statusnya bikin pusing yang baca, kesian deh yang jadi followernya tiap baca status ada kode-kode atau sandi-sandi dengan isi status yang udah gak karu-karuan apa maksudnya. Nah, kalo di FB setiap teman kita bikin status kita bisa langsung comment dibawahnya, kalo di twitter kita cuma bisa retweet atau RT atau quote tweet status dari teman/following kita bisa hanya RT atau dengan menambahkan sedikit komentar atau argument selama masih ada quota dari karakternya.

Foursquare

Nah ini, versi lainnya social media. Untuk 4Sq ini cocok bagi yang suka traveling atau narsis di tempat-tempat yang dikunjungi dengan kita check-in di setiap tempat yang kita datangi.

Tumblr

Kalo Tumblr ini menurutku perpaduan antara Blog dan Twitter. Tampilan dan settingnya mirip Blog dengan quota penulisan yang banyak. Namun terdapat reblog atau like dan following sehingga tulisan kita yang banyak itu bisa muncul di timeline tumblr teman yang follow kita.

Instagram

Instagram lebih spesifik, baik dalam hal fungsi maupun pengguna. Instagram digunakan terbatas hanya untuk posting foto jadi lebih ke ‘say it with picture!’ dan penggunanya pun lebih terbatas ke yang pake iPhone, iPod, dan iPad karena Instagram merupakan aplikasi bawaan gadget tsb.

LinkedIn

LinkedIn ini spesifik ke arah profil karir/pekerjaan seseorang, lebih serius dan digunakan sebagian besar penggunanya untuk menampilkan CV-nya di profile LinkedIn mereka masing-masing yang tujuan akhirnya bisa berbagi ataupun mencari job opportunity.

NAH, beberapa web social network diatas itu aku ikuti jadi kemungkinan besar sebagian jejak pikiran dan aktivitasku tertinggal di sana. Berharapnya sih jejak tsb berisikan hal-hal positif dan bermanfaat yah. Semoga. :)

Belajar optimis darinya..

Di suatu senja di warung mie ayam.

“Udah baca sms tadi mengenai tawaran dari Perusahaan X?” Ia bertanya dengan menggebu-gebu.
Belum sempat aku menjawab – karena aku tahu itu hanya pertanyaan pembuka – dia melanjutkan,

“Tapi posisi yg ditawarkan tetap sama, hanya benefitnya sedikit ditingkatkan dari penawaran yg dulu itu.”
“Oh sama aja ya?” ujarku, sekedar untuk mengapresiasi semangatnya bercerita.

“Tapi tawaran si Pak H gimana tuh ya say?” tanyanya lg.

“Tadi si Pak H menghubungi lagi apakah aku berminat pindah ke divisinya dengan grade lebih tinggi dan blablabla tapi blablabla”.

Setelah dia puas bercerita dengan sangat antusiasnya itu dan akupun sudah menjawab dengan berpendapat dan menyerahkan semua keputusan akhir di dirinya, tiba-tiba terlintaslah pertanyaan-pertanyaan bodoh :p yang membuat dialog kami seperti dialog – seorang – jurnalist – mewawancarai – figur – orang – sukses – untuk – dimuat – di – kolom – majalah. hihihi.

Saya : “Sebenernya, yang kamu cari apa sih say? Kok kyk yg berambisi banget?”
Dia : “Aku ingin jd pemimpin divisi di O&G Company ini. Supaya bisa banyak berbagi dengan orang lain.”
Saya : “Hmm, iya, bukankah itu butuh proses?”
Dia : “Iya, semuanya bertahap, tapi inilah salah satu tahapannya. Aku pengen kayak Pak A, Pak D, dll yang sudah mencapai level management di umur yg relatif muda.”
Saya : “Ga capek? Ga stress kamu mikirin itu?”
Dia : “Justru itu, karena punya TUJUAN itu aku jd ga stress, ada yang dikejar. Kalo stagnant, ilmu dan pengalaman ga nambah ya malah stress.”
Masih sulit aku pahami (jika aku menjadi dia ya, bukan paham maknanya, doing-nya bukan meaning-nya), jd akupun bertanya kembali,
Saya : “Mungkin kalo aku sepintar kamu dan punya modal besar seperti kamu akupun begitu kali ya?” lagi-lagi pertanyaan bodoh yang semakin memancing semangatnya untuk bercerita. :p
Dia : “Ini bukan masalah pintar say, yang paling penting itu KEMAUAN. Asal ada KEMAUAN dan USAHA insya Allah ada jalan. Contoh ni ya, temenku dulu, ada yang pinter banget waktu SMA, selalu rangking 1, juara umum bahkan tapi ternyata kehidupan kerjanya ga secemerlang prestasinya itu.”
Saya : “Oiya I see, akupun punya pengalaman yang hampir serupa.”
Dia : “Nah. Ngerti kan? Tapi dengan catatan ya, semuanya sudah ada di dalam Qada dan Qadar-Nya, insya Allah semua bisa diraih.”
Saya : *angguk-angguk*

:) Inilah KAMI
AKU, tipikal nyantai, lively, realistis, ‘go with the flow’ person, persentase pesimis dan optimis-nya 45% : 55%.
DIA, tipikal bersemangat, well planning, terstruktur, idealis, suka tantangan, persentase pesimis dan optimis-nya 5% : 95%.

What a good combination to get balance :D

Insya Allah. Amiin.

Tentang Resolusi

RE-SO-LU-SI

Apa sih sesungguhnya arti dari kata tersebut?

*mikir*

*bengong*

*mikir*

*buka KBBI online*

1 resolusi :: re.so.lu.si
1 Kelas Kata: kata benda
Definisi: putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yg ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang); pernyataan tertulis, biasanya berisi tuntutan tt suatu hal:
Contoh: rapat akhirnya mengeluarkan suatu resolusi yg akan diajukan kpd pemerintah

*tetep bingung*

Ah sudahlah, capek bikin prolog. Intinya pasti pada ngerti apa itu RESOLUSI.

Mengingat ini sudah menginjak tahun baru 2012, kebanyakan orang sudah mempunyai resolusi menghadapi tahun yang baru ini. Dengan daftar ‘pencapaian yang ingin diraih’ yang begitu banyak, begitu tinggi dan begitu mulia tentu saja. Pastinya resolusi itu membuat hidup kita lebih bersemangat dan menggebu-gebu dalam menyongsong hari esok yang lebih baik *halah*.

Tidak munafik, saya pun terbawa suasana untuk ikut memiliki resolusi demi hidup yang lebih baik itu. Saya sempatkan berdialog dengan diri sendiri. Apa kira-kira yang ingin dan harus saya capai di tahun 2012 ini? Setelah berdialog sekian lama, bahkan terjadi perdebatan sengit yang terjadi di dalam diri saya –yang ternyata lamanya waktu tidak berbanding lurus dengan banyaknya hasil yang didapatkan– akhirnya terjawab sudah resolusi saya itu. Berikut hasilnya:

Aku harus sehat

Aku harus sehat

Aku harus sehat

Mungkin terlihat terlalu sedikit, terlalu simple, terlalu gak banget deh ih. Mungkin. Mungkin bagi seseorang yang selalu sehat, atau sehat, atau cukup sehat. Tapi bagi saya, itu SEGALANYA. Bagi saya yang sepanjang tahun 2011 bahkan dari tahun 2010 sering silaturahmi ke Rumah Sakit, bahkan jika diharuskan bermalam di sana, numpang makan, numpang tidur, menjadi sehat itu anugerah. Tidak bermaksud cengeng, karena saya yakin masih banyak saudara-saudara yang lebih tidak mengenakkan kondisinya. Hanya sekadar sharing, betapa sehat itu mahal, betapa berharganya sehat itu, priceless, bahkan selengkap apapun fasilitas yang diberikan kantor atau kantor pasangan dalam menjamin kesehatan kita belum tentu bisa membeli ‘SEHAT’ itu sendiri. Terlebih bagi saya yang dahulu kala teramat jarang sakit, menjadi lemah karena sakit itu memilukan. Walaupun, semua harus diterima, dijalani dan dinikmati tentunya.

Intinya, bagi saya SEHAT itu modal dasar yang paling utama untuk saya bisa berdiri tegak lahir maupun bathin untuk bisa meraih apa yang saya inginkan dan citakan. Jika saya sehat, insya Allah resolusi ikutannya bisa terwujud. Mulai dari cita-cita peningkatan kualitas diri, menjalankan tugas mulia sebagai istri, mendapatkan amanah mengandung-melahirkan-mendidik anak, mengembangkan karier di perusahaan dll. :)

Bismillah.

Dengan ini saya menyatakan bahwa saya semangat menyongsong hari esok dimulai dari keinginan diri saya untuk SEHAT, dan semoga semangat psikologis ini segera menular ke fisiologis diri saya. Amin.

SELF HEALING ala VIVI :)

When you try your best, but you don’t succeed

When you get what you want, but not what you need

When you feel so tired, but you can’t sleep

Stuck in reverse

And the tears come streaming down your face

When you lose something you can’t replace

When you love someone, but it goes to waste

Could it be worse?

Lights will guide you home

And ignite your bones

And I will try to fix you

 (Coldplay-Fix You)

Hari ini, hari ke-dua tahun 2012. Masih masa-masa transisi dari tahun sebelumnya yang alangkah lebih baiknya jika diisi dengan hal-hal menyenangkan sehingga menyegarkan kembali rongga-rongga rohani dan jasmani, yah semacam self motivation untuk menghadapi tahun yang baru ini. Masih termakan oleh paradigma bahwa permulaan yang baik akan menghasilkan proses dan hasil yang juga baik a.k.a. happy ending.

Namun, sayang-disayang, yang terjadi padaku sungguh menyesakkan *sambil gaya menahan nafas-mata nelangsa ala sinetron*. Detailnya sungguh sulit untuk dituangkan dengan kata-kata. Mungkin jika digambarkan inilah hasil interpretasinya:

 

Sungguh tak sedap dipandang bukan? (banget! Menurut looowh!?). Apa ekspresi yang tepat ketika membaca ‘cerita’ diatas? Mau tahu jawaban saya? EMOSI JIWA RAGA. Shock-sesak nafas-melotot-lemas-narik nafas-buang nafas, masih belom lega juga akhirnya ekspresi sentimentil ala venus tumpah juga » NANGIS!

FIUH! Dalam filosofi hidup saya *cih!* air mata itu berlian. Kalau tidak karena terpaksa tak akan saya buang cuma-cuma. Kalaupun harus terbuang ada harga yang harus dibayar. Menangis itu senjata ampuh sekaligus pertahanan paling akhir bagi saya. Jika amunisi itu sudah dikeluarkan maka saya harus MENANG, kemenangan adalah harga mati. Jika tidak, matilah saya.

Jadi, ketika air mata berlian saya itu tumpah, pada detik yang sama otak saya ter-stimulus memberikan perintah kepada hati untuk bertugas aktif mencari pembelajaran (hikmah), memotivasi dan kepada pikiran untuk mencari solusi dan menjadi reminder supaya hal serupa tak terulang kembali. Ini dilakukan supaya saya tetap bertahan ‘hidup’, tetap ‘bernyawa’ dan tidak ‘tewas’ di medan pertempuran bernama kehidupan. *sigh*

Maka jadilah saya saat ini, membuka-buka file-file, blog-blog, web yang berisikan kata, frase, kalimat, cerita tentang motivasi sebagai self healing. Berikut beberapa cuplikannya:

Tahap 1

Teringat kembali tentang pelatihan motivasi beberapa saat lalu, ketika menghadapi ganjalan demi ganjalan, masalah demi masalah ‘2 Kata Ajaib’ yang terlintas adalah PATIENCE and PERSISTENCE. Kemudian selintas di Google muncul kata PERSEVERENCE bergandengan dengan kata PERSISTENCE sehingga saya tambahkan menjadi ‘3 Kata Ajaib’.

Tahap 2

Mendalami maknanya. Berikut kutipannya:

PATIENCE

The capacity to endure hardship, difficulty, or inconvenience without complaint.

PERSISTENCE

The quality of being determined to do or achieve something; firmness of purpose.

PERSEVERANCE

Steady persistence in adhering to a course of action, a belief, or a purpose; steadfastness.

Source: www.thefreedictionary.com

Tahap 3

Memahami bagaimana menerapkannya (FYI, agak terlalu berat untuk dibaca :p). Bisa dibaca di web berikut:

  1. http://www.wikihow.com/Be-Patient
  2. http://www.wikihow.com/Be-Persistent
  3. http://www.wikihow.com/Persevere

Tahap 4

Mencari quote-quote motivasi. Berikut yang menggugah dan memunculkan semangat dengan mudah:

 ”Persistence gives confidence and continued right mental attitude followed by consistent action will bring success. When you have that knowing inside of you, fear has vanished and the obstruction to a life of all good removed.” ~Anonymous~

“Many of life’s failures are people who did not realize how close they were to success when they gave up.” ~Thomas Edison~

“Success is going from failure to failure without losing your enthusiasm.” ~Winston Churchill~

“We are made to persist. That’s how we find out who we are.” ~Tobias Wolff~

“BEGIN while others are procrastinating.

WORK while others are wishing.

SAVE while others are wasting.

LISTEN while others are talking.

SMILE while others are frowning.

Kids go where there is excitement.

They stay where there is love.

COMMEND while others are criticizing.

PERSIST while others are quitting.” ~William Arthur Ward~

“If you ever get a second chance in life for something, you’ve got to go all the way.” ~Lance Armstrong~

“The men who try to do something and fail are infinitely better than those who try to do nothing and succeed.” ~Lloyd Jones~

“If you stop struggling, then you stop life.” ~Huey Newton~

Tahap 5

Mencoba berdamai dengan keadaan dan bersiap melangkah ke stepping stone selanjutnya.

Akhir kata saya ucapkan:

SEMANGAT!

FIGHTING!

CAIYO!

GANBATTE!

AJA!