Travelling Story

Bertandang ke Negeri Jiran

Where’s my calendar? OK, we’ll start this story with time by time.

01.04.2010

Siang. Di kantor.

Pusing. Bingung. Stress. Ditengah orangorang sedang bersenang hati bersiap menyambut ‘long weekend’ yang bagiku terasa looooooooooooooooooooong (baca : panjang banget!). Aneh. Ajaib. Mukaku membentuk angka 7 (hiperbola mode : ON). Bermuram durja. Menjadi tidak aneh jika dan hanya jika posisiku adalah di sini, di ‘Kota D’ ini, sebut saja ‘D-Town’. Dimana mall tak ada. Karaoke, spa dan hiburan sejenis tempatnya di Hotel, dan kalaupun ada ga se-asyik dan se-santai di InulVista or HappyPuppy or minimal Nav lah. Mahal pula. Oh kebayang kan tak enaknya? (iyain ya! :p).

Karena tak mau larut dalam kesedihan. Kuputar otakku (jangan dipraktekkan karena ini cuma gaya-gayaan). Kemana sebaiknya aku akan menghabiskan waktu? yang terlintas adalah melakukan ‘urbanisasi’ ke Ibukota Propinsi sebut saja ‘P Town’. Ada teman yang mengajak hang out disana. Tapi ternyata karena sesuatu dan lain hal aku tak bisa kesana. Hiks! Coret ‘P-Town’. Bersamaan dengan itu, atas saran dari beberapa teman muncul 1 kandidat tempat yang bisa dikunjungi bahkan menjanjikan hal menarik pula! Hmmmm. Sebut saja ‘Negeri Jiran’. Benar! Dari ‘D-Town’ ke ‘Negeri Jiran’ hanya sekitar 2 jam s.d. 3 jam lamanya. Dekat bukan?πŸ™‚ bahkan jauh lebih dekat dibanding aku harus pulang ke kampung halamanku yang juga di Pulau yang sama apalagi ke Kota Suamiku tercinta yang beda Pulau😦.

OK. ‘Negeri Jiran’. Kuputar (lagi) otakku. Kucari adakah sanak-saudara atau kerabat atau temanku yang berada disana. Dan akhirnya, dengan bantuan Facebook karena ada Kakak Tingkat waktu kuliah dulu comment di statusku mengingatkanku bahwa ada beberapa temanku yang sedang study di ‘Negeri Jiran’ tersebut, berusaha kuingat siapa saja yang disana dan kudapatkan nama : Mba Lany, Mba Hani, dan Khusna. Horeeeee! Kuhubungi mereka via Facebook dan berlanjut ke SMS. Kuhubungi juga rekan kerjaku disini yang biasa bolakbalik ke ‘Negeri Jiran’ tersebut. Hingga tengah malam belum dapat kupastikan apakah aku bisa berangkat kesana besok.

02.04.2010

Pagi. Di kamar.

Kulihat HP-ku. 1 message here. Dari rekan kerjaku, dan dia menjawab bahwa hari ini dia berangkat ke ‘Negeri Jiran’. Langsung kutelpon dirinya untuk menanyakan apa yang aku harus persiapkan kesana, dimana aku membeli tiket, dan jam berapa keberangkatan kapal kesana. Setelah kutahu jawabannya, bergegas aku mandi dan pergi untuk membeli tiket. Menurut rekan kerjaku sebut saja kantor tempatku bekerja dan aku akan mendapatkan potongan harga. Kulakukan, dan benar! harga tiket yang seharusnya Rp. 470.000 bolakbalik menjadi Rp. 430.000. Lumayan! Hah? Lumayan? Muraaaahhhh bangeeeeeet malah! bayangkan! jauh lebih murah dari tiket pulang ke kampung halamanku ataupun ke ‘J-Town’ untuk ketemu suami. Selepas membeli tiket langsung kulanjutkan ke Money Changer menukar Rupiah dengan RM lalu pulang untuk packing karena jam 11.00 kapal berangkat.

Skip yah! Intinya aku berada di kapal dan sangat menikmatinya. Mengamati laut. Mulai dari warnanya yang keruh hingga jernih membiru menandakan kapal semakin jauh meninggalkan Negeriku tercinta. Akhirnya kapalnya berlabuh. Di salah satu kota disana bernama Malacca. Berbagai aktivitas kulakukan mulai dari Imigration Checking, memesan taxi, naik taxi menuju Sentral Malacca terminal bus, naik bus menuju KL (Pusat Kota ‘Negeri Jiran’) selama 2 jam, hingga teman-temanku menjemput di salah satu terminal terdekat disana yaitu “Pudu Raya” dan mengajakku makan malam. Sampailah kami ditempat tinggal mereka dan merencanakan perjalanan besok harinya.

03.04.2010

Pagi. Di KL.

OK, disinilah kesenangan itu dimulai! KL, here we come!πŸ™‚. Perjalanan dimulai dengan menaiki LRT (kereta listrik) dan jujur saja saya sangat suka naik ini!πŸ™‚ Tempattempat yang dikunjungi adalah:

  1. Central Market “Pasar Seni”. Disini pusat oleh-oleh. Kubeli titipan ibuku disini (beliau pernah kesini dan tak sempat membeli miniatur Twin Tower). Setelah berkeliling-keliling kuamati, banyak yang familiar dimataku. Yak! banyak produk Indonesia disini dan sedikit produk Thailand. Belum lagi pedagang disini ternyata orang Indonesia juga. Waw!
  2. Masjid Jame’. Disini kita berfoto sejenak di Masjid Tua ini lalu dilanjutkan dengan berbelanja disepanjang jalannya.
  3. Suria KLCC (Twin Tower). Sebenarnya hanya ini yang ingin aku kunjungi, karena Landmark Negeri ini adalah Twin Tower-nya. Disini kita memulai kegilaan berfoto-foto.

Berikut hasil dokumentasi perjalanan kita :

One thought on “Bertandang ke Negeri Jiran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s