Interisti

Aku, Inter dan Sebuah Perjalanan Panjang, – I, Inter and A Long Journey

Yelinda ‘vivi’ Selvyana menyambut dini hari, pengen ngecat dinding kamar jd biru item, pake baju biru item, dan dipipi dicoreng sedikit cat biru item. walau ga akan ada yg liat, wong dikamarnya sendirian. *doweng!* -_-*

Yelinda ‘vivi’ Selvyana setiap status yg dukung inter mlm ini. akan aku ‘like’. hanya mlm ini lho! ayo buruan bikin. |PentingGakSiyh?|Aiyh!PentingLah| *haha*

Yelinda ‘vivi’ Selvyana GOOOOL!😀 thx milito😀

Yelinda ‘vivi’ Selvyana finally, treble for Inter! tdk sia2 ngefans dan mengikuti perkembangannya (through weakness and strength) sejak SMP😀😀😀 proud of them.

Itulah, 4 status yang mengekspresikan perasaan dan support terbesar untuk klub kesayanganku, Internazionale Milano yang pada akhirnya memenangkan UEFA Champion League ketiga kalinya sekaligus menjadi gelar ketiganya (treble winner) musim ini. Yak! 2009/2010, musim terbaik untuk klub ini, musim bersejarah yang tak cukup kusematkan hanya untuk klub kesayanganku itu. Menurutku, aku dan semua Interisti (sebutan untuk penggemar Internazionale Milano) diseluruh dunia pantas berbangga hati. ‘SENANG’ saja tak cukup menggambarkan hal ini, lebih dari itu, ‘HARU’. Betapa tidak, aku dan mungkin para interisti seusiaku, menggemarinya bukan disaat klub tersebut bergelimang penghargaan dan piala melainkan disaat klub tersebut miskin gelar, ribuan celaan, dan serbuan sindiran kontroversial ditengah-tengah 2 klub pesaing sesama Serie A yang lain bergelimang penghargaan dan pujian. Dikenal dengan ‘Klub Kaya dengan Banyak Pemain Bintang tapi Tanpa Gelar’ diteruskan dengan berjayanya klub Liga Inggris pada saat itu, membuat nama Internazionale Milano kian tenggelam.

Tulisan di blog ini, status di Facebook, ataupun di Twitter-ku mungkin mengundang banyak tanya, betapa aku menggilai klub sepakbola asal Negeri Pizza satu itu, terlebih aku perempuan haha! Aku sendiri terkadang malu, takut dianggap berlebihan atau dibuat-buat yah, lebay tapi trust me that’s the trully I am. Aku memang menggilainya. Sejak SMP, lebih tepatnya tahun 1998.

Ketika itu, ayahku memperkenalkan ‘World Cup 1998’ dengan mengajak serta aku dan adik lelakiku menyaksikan pertandingan demi pertandingan di TV, Timnas Belanda jadi jagoanku saat itu. Entah apa yang membuatku menyukai pertandingan yang dilakukan Belanda setauku permainannya indah dan enak disaksikan, belakangan kuketahui karena Belanda memang mengedepankan sepak bola indah dengan Total Football-nya –ternyata sense of sport-ku canggih juga ya dulu😀. Hampir semua pemain Belanda pada saat itu aku hapal, sebut saja Dennis Bergkamp, Philip Cocu, Edgar David, Clerence Seedorf, Marc Overmars, si kembar Ronald De Boer & Frank De Boer, Jaap Stam, Patrick Kluivert, Edwin Van Der Sar. Setelah Piala Dunia berakhir, ketertarikanku dan dahagaku tentang sepakbola masih menyisa sehingga aku dan adikku berburu pengetahuan tentang sepakbola lewat Koran Bola. Nah, disitulah moment penting dimana aku menentukan pilihanku untuk mendukung Internazionale.

Berawal dari menyelipir koran-koran usang bekas dibaca ayah kami, aku dan adikku menemukan dua klub disana Inter Milan dan AC Milan. Adikku berinisiatif menanyakan kepadaku diantara kedua klub itu mana yang aku pilih? Entah apa yang kupikirkan saat itu “Aku pilih Inter, Dek!” teriakku. Adikku lantas berujar, “Kalo begitu, aku pilih Milan!”. Dari situ aku berusaha mengingat dan ingin tahu dan berusaha membedakan mana yang Inter dan mana yang Milan. “Inter – Biru, Milan – Merah” ujar adikku.  Disitulah seakan-akan kami telah menemukan identitas kami, aku – Inter dan adikku – Milan.

Sampai saat ini kami menyukai klub kami masing-masing, memantau perkembangannya, mengikuti setiap pertandingannya. Jadi, jangan heran jika aku lantas sensi dan geram ketika dituduh “Suka Inter kenapa? Karena Vieri ya? Karena Zlatan Ibrahimovic? Atau karena pemainnya ganteng-ganteng”. Oh phuealeeeeeaseeee tahun 1998 Vieri masih di Lazio, dan Ibra tak tahu dimana rimbanya. Geram juga ketika cewek-cewek di sekolah atau kuliah atau kerja ditanya, “Suka klub apa?” “MU doooonk!” “Kenapa?” “Ada Beckham gitu loh!” Atau, “Ada CR9 gitu loh!”. Hihihi as simple as that, trust me mantengin pertandingannya aja mungkin mereka ga pernah. Belum lagi tipe cewek-cewek penyuka klub-klub besar yang sedang berjaya, “Suka klub apa?”. Mereka rebutan jawab, “Juve duOnk!”, “Madrid laaaah!”, “MU!”, haiiiyaaah capek deh, kalo ditanya nama pemainnya siapa aja mungkin pada ga tau.

Atas dasar sejarah itulah, mengapa kata ‘SENANG’ saja tak cukup mendeskripsikan perasaanku dan para Interisti seumurku saat ini. ‘HARU BIRU’ seratus kali lebih tepat mendeskripsikan ini. Sounds lebay sih tapi itu faktanya. Beberapa minggu yang lalu, disaat Inter memasuki Semi Final UCL, memastikan ke final, memastikan juara Coppa Italia, serta merebut gelar scudetto hingga menjadi juara UCL disaat itu pula aku haus akan bacaanku tentang Inter. Beberapa situs kukunjungi sebut saja www.inter.it, www.bolanews.com, www.biangbola.com, www.goal.com, www.detiksport.com, disitus terakhir itu pula aku menemukan thread Inter, tentang Inter, dan tentang Final UCL. Aku menjadi peserta pasif dengan membaca setiap obrolan mereka, ikut merasakan apa yang mereka rasakan dan menemukan gambaran tepat tentang perasaanku. Ini beberapa obrolan mereka yang aku ambil:

m91x_46 : Champiioooooneeee ole ole oleeeee….. Senang, terharu, dah gak bisa diungkapin kata2…. pas peluit panjang gak nyadar klo air mata ngalirr hahahahhaha… penantian panjang selama ini, selama 15 tahun sejak bokap ngenalin inter ke gua…huaaaaaaaa……bener2 hari yg terbaik…semuanya susah diungkapin dgn kata2…

onoopo : 13 tahun menanti sejak jaman Ronaldo 1997, begitu sabar ane dan Interisti lainnya menunggu akhirnya UCL Winner hinggap ke Giuessepe Meazza Treble Winner pertama di Liga Italia. FORZA INTERNAZIONALE FORZA NERAZZURRI FORZA LA BENEAMATA FORZA IL BISCIONE BRAVO INTERISTI DF

interistisejati : huahahaahahahaaaaaaaaahahahuhahahhhhhaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaahuahhhhh salah satu tahun terbaik dalam hidup gw….. pas janetti angkat piala champions…air mata gw turun juga….terharu banget…. setelah beliau 15 tahun dan gw sendiri 12 tahun, akhirnya bisa menyaksikan inter Juara champions….. baru kali ini seumur2 … gw nangis karena suatu kebahagian bukan atas dasar kesedihan………… ti amo inter…..

Ternyata, aku tak sendirian. Masih banyak Interisti di seluruh dunia yang merasakan hal yang sama. Kami menyukainya disaat dia terpuruk, ketika ia kalah pun akan tetap mendukungnya dengan sukarela. Tidak heran ketika Internazionale berhasil menorehkan prestasi rasa haru yang mendominasi. Forza Nerazzuri, Forza Interisti.Tunggu aku di Appiano Gentile untuk menyaksikanmu secara langsung, someday!

Akhirnya perjuanganmu sejak 15 tahun lalu terealisasi juga, Kapten! *haru*
Finally, si 'Kuping Besar' ada digenggaman. HUGE THANK for Mr. Mou. You are our 'Special One'.
Pengen ikut lari juga niiiiiih!😀 Pengen merasakan atmosfer itu!


7 thoughts on “Aku, Inter dan Sebuah Perjalanan Panjang, – I, Inter and A Long Journey

  1. Bagus banget artikelnya. Ya memang itu tahun terbaik bagi Inter Milan dan para fans nya. Pazza Amala Inter!! I’m Proud to be Interisti

    Like

  2. Kereeen… Semoga “Haji Inter” bisa terwujud !! Forza Inter !! (Klo dah nonton langsung ke Giuseppe Meazza artinya dah Naik Haji Inter🙂 Saya anak ICIM Berau, lg berusaha than ini bs ke GM bt nonton Derby tahun ini (24 Feb) Mudah2an Terwujud… Amiieeen

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s