Pregnancy Story

Hantu itu Bernama Blighted Ovum

Telah 6 bulan berlalu sejak tindakan medis karena kegagalan kehamilanku. Keguguran–istilah singkatnya. 6 bulan penuh perjuangan dan lika-liku. 6 bulan yang kaya ilmu.

Tak sanggup kuungkapkan satu persatu kejadian yang menimpaku pasca kuretase. Hanya dapat memberikan gambaran, sejak itu banyak Rumah Sakit kukunjungi, 2 Rumah Sakit dengan Kota yang berbeda–Balikpapan dan Jakarta yang kuinapi, banyak Dokter yang mendadak menjadi sahabat bahkan orang tua bagiku. Entahlah, apakah 5 Dokter Spesialis Kandungan, 3 Dokter Internis, 3 Dokter Jantung, 1 Dokter Syaraf, 1 Dokter Fisioterapi dan tak terhitung Dokter Umum, Bidan, Suster itu bisa dianggap banyak.

Entah telah berapa kali kuulang runtutan cerita mengenai kesehatanku ke beberapa Dokter tsb. Bahkan sejak itu, banyak istilah-istilah kedokteran yang dulu awam menjadi kosakata sehari-hari bagiku. Setelah menyambangi Dokter-dokter atau RS tsb, aku dan suamiku mencari tahu lagi melalui internet dan buku-buku mengenai ‘topik’ yang di bahas saat itu ditambah diskusi panjang yang kami lalui.

Lupakanlah.

Sudah 6 bulan berlalu sejak saat itu. Perlahan-lahan aku pulih. Seakan terlahir kembali. Tak hanya raga, jiwa pun terasa anyar.

Bahagia. Berkah.

Hidupku bersemangat kembali. Kubentangkan benang angan, kuulur hingga memanjang lagi. Kuterbangkan kubiarkan meninggi tertiup angin-angin asa. Aku siap bermimpi dan mewujudkannya.

6 bulan berlalu, kupandangi 2 strip di alat uji kehamilan di tanganku. 1 strip masih samar. Beberapa hari kemudian kita kembali berkunjung ke Obgyn. Dengan alat bantu Ultrasonografi terpapar gambar kantung rahim mengembang.

“5 minggu” ujar sang Obgyn.

Bahagia. Berkah.

Kukabarkan ini ke orang-orang terdekatku. Masih dengan rasa was-was. Hari demi hari berlalu, kulalui dengan rasa bahagia. Kuberanikan diri membeli hal-hal yang berhubungan dengan kehamilanku. Asaku pun berlari jauh, membayangkan hal-hal membahagiakan di depan. Kubiarkan. Dulu, aku menghadapi kehamilanku dengan rasa cemas dan itu mengukungku. Kali ini aku harus lebih santai dan apa adanya, batinku. Kuberanikan diri browsing nama-nama baby hanya untuk menambah semangatku.

Hanya beberapa minggu berlalu.

Malam itu, bercak merah itu menampar jiwaku.

Memutuskan benang anganku.

Sesaat hatiku hampa.

Kemudian bangkit mencari fakta demi sejumput sisa-sisa asa.

Malam itu, kami putuskan pergi kedua obgyn. Pertama dengan obgyn yang baru dengan kecanggihan alat USG 4D, kedua dengan obgyn yang biasa.

Sesampainya di ruangan itu, dilakukan pemeriksaan terhadap kehamilanku. Pertama melalui perutku, namun karena tak begitu jelas lalu dilanjutkan melalui transvaginal. Diiringi dengan doa aku memperhatikan tampilan mengenai kehamilanku.

“Kantung rahimnya tak lagi utuh.” Ujar sang obgyn.

“Sudah saya cari dari berbagai sisi supaya mendapatkan posisi kantung rahim yang paling sempurna dan besar tapi hanya ini yang paling besar. Usianya 5 minggu 2 hari. Padahal dari HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir) seharusnya usia kehamilan ibu masuk minggu ke 8.”

Saat itu, Dokter memastikan kehamilanku 90% tidak normal. Namun ia memberikan kami waktu 5 hari untuk memastikan lagi dan kembali datang melihat lagi gambaran kantung rahim melalui USG. Jika pada saat itu, ukuran kantung rahim mengecil kemungkinan besar aku mengalami (lagi) Blighted Ovum (hamil kosong) dan akan dilakukan tindakan medis–kuretase untuk membuang jaringan atau sisa jaringan atau plasenta.

Dua kali sudah ini terjadi padaku. Dari beberapa informasi kudapatkan, hal ini terjadi karena banyak faktor. Diantaranya, kelain kromosom, kegagalan proses pembuahan, virus/bakteri, antibodi, polusi, radiasi dll. dan obgyn tsb menambahkan 40% penyebabnya wallahualam, belum sanggup ditelaah manusia.

Lagi dan lagi.

Kami diminta oleh-Nya bersabar.

Insha Allah.

Semoga Allah segera mempercayakan titipannya kepada kami.

Amin.

27 thoughts on “Hantu itu Bernama Blighted Ovum

  1. Mbak Vi, Semangat yach,,,kami disini selalu mendo’akan semoga mbak selalu sehat dan semangat,,,insyaAllah Allah memiliki rencana lain untuk keluarga mbak yang lebih bagus dan terbaik buat mbak dan keluarga…

    Like

  2. Mb, terharu sekali membacanya, sy jg 2 kali ini dikuret krn blighted ovum dengan jarak yg dekat antara kuret pertama dan kedua (hanya 3 bulan), sy rasanya jg trauma dan sedih.. Semoga kita bs mendapatkan kehamilan yg sehat berikutnya.. Jng sedih lagi mb🙂 Allah memberikan cobaan agar kita bs belajar bersabar dan iklhas.. Sy yakin.. ‎​​​»*•※•*※Ä♏έέέn※*•※*«O:)

    Like

  3. sabar ya mbak,semua itu sudah diatur oleh yang di atas.yang tabah aja, karna aku juga mengalami hal yang sama enam bulan yang lalu, blight ovum juga.sedih sich ,,tapi bagaimana lagi.kita tinggal berusaha dan derdoa aja sekarang.

    Like

  4. tetap semangad ya mba, mungkin Allah punya rencana lain.
    maap lancang komen padaal belom kenal hehe salam kenal ya mba liat alamt blognya dari Urban Muslim

    Like

  5. Allahuakbar….. mba vi saya jdi cmas dengn kandungan saya,,,, setelah membaca kisah mba, tujuh bulan yang lalu saya mengalami keguguran karena terjatuh, sekitar 2bulan yang lallu saya posian saya posi tif hamil,pada bulan desember yang lalu saya beranikan diri untuk memeriksakan diri namun apa yang saya dapat, sang dr berkata kepada saya kemungkinan besar ini tidak tumbuh di kaernakan ukuran nya tidak sesuai dengan umurnya, setelah itu 2 minggu kemudian satakan kemungkinan besar aya pergi ke dr yang berbeda karena saya mengalami pendarahan, namun apa yang saya dapat dr menyatakan kemungkinan besar mengalami BLIGHTED OVUM saya bingung kala itu namun saya masih berserah diri kepada-Nya mudah2an saja ada keajaiban, saya masih belum tahu hasilnya karena dr masih berusaha mempertahankan kehamilan saya dengan harapan ada perkembangn yang lebih baik, setelah membaca kisah mba saya jadi cemas apakah ini juga yang akan terjadi pada saya????? mohon do’anya mba…..

    namun sekiranya setelah membaca kisah mba saya bsa lebih mawas diri dan berusaha tegar meng hadapinya seperti mba,,, terima kasih banyak mba telah berbagi cerita

    Like

    1. Sabar ya mba Fithri, semoga Allah segera mempercayakan titipan-Nya kepada kita. Amin. :’)
      Tugas kita sebagai manusia hanyalah berusaha dan berdoa. Hasil akhirnya kita pasrahkan kepada Allah swt pemilik segala ketentuan. Ini yang selama ini saya yakini.
      *bighug*

      Like

  6. hai mbak vi, saya juga sedang mengalami hal yang sama dengan yang mbak pernah alami, usia kandungan saya sudah 6w2d sewaktu saya diUSG transV, pd saat itu ukuran kantong janin sudah 16,88mm namun belum tampak ada janin.dokter suspect itu adalah blighted ovum. namun harus menunggu 2minggu lagi utk memastikannya.saat ini saya sedang harap-harap cemas menunggu perkembangan selanjutnya, sambil berdoa memasrahkan pada Allah SWT untuk apapun yang terjadi adalah kehendaknya.mdh2an kita semua diberi kekuatan dan ketabahan dalam menjalani ini semua ya Mbak.thanks for sharing

    Like

  7. Smlm aku jg dinyatakan BO untuk yang kedua kalinya. Dan harus dikuret, untuk yg kedua kalinya juga…. Masya Allah, berat banget rasanya ya mba. Tapi sbg manusia kita wajib sabar, berusaha dan berdoa. Hasilnya, hanya bisa kita serahkan kepada Yang Maha Mengetahui. Allah pasti tau yg terbaik bagi kita. Semoga kita diberi kekuatan, kesabaran dan nantinya dipercaya untuk dititipkan amanah olehNya, aamiin Ya Rabbal ‘alamiin..

    Like

    1. Mba rorozahro: maaf saya baru bisa buka blog dgn leluasa lagi saat ini jd baru sempat membalas. Aamiin. Semoga sesuatu yg indah telah terjadi saat ini dalam kehidupan Mba ya Mba.🙂

      Like

  8. Sedihnyaa,,, aku pun begitu terpukul setelah mengetahu janin ku yang memasuki mnggu ke 8 dinyatakan tidak berkembang alias blighted ovum,,, hikss padahal kbar gembira ini begitu dinantikan pasca 2 tahun pernikahan yang belum membuahkan hasil,,,,

    Like

    1. Bunda Galau: maaf saya baru bisa buka blog dgn leluasa lagi saat ini jd baru sempat membalas. Semangat ya Mba! Semoga sudah banyak hal yg baik yg terjadi 1 tahun ini..🙂

      Like

    1. Mba Hilda: maaf saya baru bisa buka blog dgn leluasa lagi saat ini jd baru sempat membalas. Mba, semoga telah banyak hal indah yg terjadi di kehidupan Mba 1 tahun ini yaa.🙂

      Like

  9. Apa yg bunda alami sm sperti yg sy alami seminggu yg lalu,,, sedih bunda.. gak bisa aku ungkpn lewt kata… trauma dlm hti untuk hmil lg tp di sisi lain hrus kuat dan brni untuk mncoba lgi,,,smoga ALLAH cpt mmbri gantix yg lebih indah

    Like

  10. Mba..
    Skrg saya sedang mengalami hal yg sama, hamil pertama keguguran tidak pasti penyebabnya entah itu blighted ovum atau kecapean kerja. Kemudian saya hamil lagi memasuki minggu ke 9 tapi hanya terlihat kantung janin tanpa ada janin didalamnya, dokter menyuruh saya untuk segera kuret tapi hati kecil saya ingin mempertahankan mba. Saya masih positif thinking klo dokter dan alat usg transvaginal mungkin salah.

    Like

    1. Mba Linda: maaf saya baru bisa buka blog dgn leluasa lagi saat ini jd baru sempat membalas. Gmn keadaannya skrg Mba? Semoga ada kabar baik ya Mba. Tetap semangat ya Mba🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s