Life Lessons

Salam Rindu Untuk Kakek..

Ya Allah..
Betapa waktu telah berlalu begitu cepat..
Lambat laun, aku bayi, tumbuh jadi aku kecil, kemudian tumbuh lagi menjadi aku remaja, lagi menjadi aku dewasa, lalu menikah..
Aku mendaki fase demi fase kehidupan itu diiringi berbagai macam alunan nada. Meski terkadang sendu, aku menggapainya dengan semangat yang menggebu-gebu.. Seakan ingin menunjukkan pada dunia bahwa aku berhasil mendaki setiap puncaknya dan aku bahagia..

Ya Allah..
Aku terkadang lupa.. Bahwa waktu itu tak hanya berjalan di tempatku, di kehidupanku, tapi juga di tempat yang lainnya.. Termasuk orang tuaku, kakekku, nenekku..
Aku lupa, bahwa ketika aku menaiki tangga kehidupanku.. Pada saat yang bersamaan orang tuaku, kakekku, nenekku juga berganti fase..

Ya Allah..
Aku lupa, bahwa aku berada di dimensi waktu yang sama dengan mereka..
Di saat aku bayi, mereka masih muda dan bertenaga.. Mereka secara bersama-sama menjagaku, merawatku, dan membesarkanku.. Kemudian aku tumbuh, menjadi aku kecil.. Pada saat itu pula, mulai terlihat garis putih di rambut dan kerutan di wajah kakek & nenek. Begitupun selanjutnya, ketika aku remaja, kemudian dewasa, di kala aku berbahagia karena lulus sekolah, lulus kuliah, kemudian bekerja, disaat itu pula mereka menua.. Dengan stock tenaga yang kian terkuras dan aktivitas gerak yang mulai terbatas..

Ya Allah..
Kini ku dengar kabar, bahwa operasi katarak kakekku tak berhasil. Kedua matanya tak bisa melihat..

Ya Allah..
Ini sungguh menyentak.. Dengan kondisi yang terpisah jarak.. Ditambah dengan kesibukan yang tak henti-hentinya ini.. Aku sadar komunikasiku dengan mereka sangatlah minim..

Ya Allah..
Aku bersedih..
Teringat tangis haru kakek ketika aku pulang dari pendidikan pekerjaanku di Jakarta 4 tahun yang lalu.. Ia menangis ketika aku menghadiahkan kemeja batik untuknya.. Padahal kemeja itu bukanlah kemeja mahal.. Tapi ia sungguh terharu.. Bahwa cucunya ini ingat padanya.. Ingat membelikannya sesuatu ketika pulang lebaran..
Teringat ketika aku mendapatkan pengumuman penempatan di wilayah 2 Padang.. Kakek bersama kedua orang tua-ku ikut mengantarkanku melalui jalan darat ke Padang.. Pengalamanku pertama kali menginjakkan kakiku di tanah leluhurnya.. Sumatera Barat.. Bersamanya..

Ya Allah..
Aku rindu..
Kutitipkan rasa rindu pada kakek ini padamu ya Allah.. Aku hanya ingin ia sembuh.. Kembali sehat.. Dan bisa melihat cucu pertamanya ini ketika pulang nanti.. Kabulkan doaku ini ya Allah.. Amin..

Kakeeeeeeeek, vivi kangeeeeeeeen.. TT.TT

7 thoughts on “Salam Rindu Untuk Kakek..

  1. Hmmm… Jadi kangen banget sm Wayah (kakek) sama Dadong (nenek) di kampung. Udah 2 bulan aku gak melihat mereka. Pasti makin renta. hidup berdua di sebuah gubuk yang jauh dr jalan raya / keramaian… hmmm aku dari SD – SMA tinggal bersama mereka. Mere sayang banget sm aku…….. huaaa kangen…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s