Letter to Heaven

Puisi Rindu Untuk Anakku

Di tengah keramaian di suatu senja.
Di antara riuh suara manusia.
Di antara banyak pasangan dengan anak kecil di stroller dan gendongannya.
Di antara aneka wahana dengan bayangan anaknya ada di sana.
Di tengah-tengah raut bahagia mereka bercanda tawa.

Menepi seorang wanita dengan genangan air di sudut mata.
Bergemuruh hatinya, tak beraturan nafasnya.
Berusaha berdialog dengan Tuhannya.
Berusaha menyemangati lara hatinya.
Berusaha berbicara lirih dengan anaknya, yang kini telah berbeda dunia.
Bahwa ia sungguh teramat merindunya.

Kini ia menuliskannya di sebuah media yg tak bernyawa.
Melalui curahan kata demi kata yg mengalir begitu saja.
Bagaikan aliran air yg kini tak terbendung di matanya.
Ia berharap lara sedikit mereda dan berkuranglah sesak di dada.
Seraya berkata, “Nak, kelak kita akan berjumpa”. :’)

***

Di sebuah Mall di Jakarta, 8 November 2014
37 hari sejak kepergian anak kami, Danish Ara Azami.

We love you, Nak. Kami rindu sekali. 😘

2 thoughts on “Puisi Rindu Untuk Anakku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s