Letter to Heaven · Life Lessons · Parenthood Story

Hari-hari Ini Setahun Yang Lalu

24 November 2014


Hari-hari ini setahun yg lalu,

Adalah minggu terakhir masa-masa kebersamaan kita dalam satu tubuh

Adalah minggu terakhir kurasakan tendangan-tendangan dan tinju kecilmu diperutku.

Hari-hari ini setahun yg lalu,

Adalah hari-hari dipenuhinya pikiranku akan seperti apa kelak wajahmu.

Adalah hari-hari tak sabarku ingin bertemu denganmu.

Hari-hari ini setahun yg lalu,

Dengan semangat kutempuh jalan kaki selepas shubuh.

Dengan semangat kudaki bukit-bukit dengan berpeluh.

Hari-hari ini setahun yg lalu,

Meskipun semua orang bilang bahwa kontraksi itu sungguh menyakitkan namun hal itu sungguh teramat sangat kutunggu.

Sakit yg akan mengantarkan kau ke pelukanku maka tak mengapa bagiku duhai anakku.

Hari-hari ini setahun yg lalu,

Meskipun kita belum bertemu namun cinta ini semakin hari semakin menggebu.

Mulut tak henti mengucap doa, hati tak jemu menyemangati, pikiran mensugesti diri tanpa jemu.

Hari-hari ini setahun yg lalu,

Kuelus-elus selalu perutku sambil berharap akan tiba waktuku untuk mendengar tangismu, melihat wajahmu, memeluk tubuhmu dan mencium pipimu duhai anakku.

●●●

26 November 2014


Sampai akhirnya hari ini setahun yg lalu,

Selepas maghrib, kumasuki ruang persalinan diiringi doa dari suami, ibu dan adik sepupu.

Kudengar dokter-dokter dan suster-suster mempersiapkan peralatan operasi.

Kurasakan suntikkan bius ke punggungku.

Sungguh tak sabar hati ini untuk segera mendengar tangismu.

15 menit waktu berlalu, dan akhirnya untuk pertama kalinya kudengar ledakan tangismu.

Air mata mengalir deras tak terbendung karena hati yg teramat haru.

Tak berhenti ucap syukur dan doa keluar dari mulutku.

“Alhamdulillah ya Allah, terima kasih, setidaknya hingga detik Engkau izinkan hamba menjadi seorang ibu. Setidaknya hingga detik ini Engkau izinkan aku merasakan hangatnya anakku di pelukanku. Semoga kebahagiaan ini dapat berlangsung lama ya Allah.” image Dan hari ini, jika engkau masih di sini bersama kami duhai Anakku, maka genaplah 1 tahun umurmu.

Namun takdir Allah yg Maha Pengatur berkata lain, Allah telah merencanakan hal lain yg lebih indah untuk kita di sana kelak.

Allah ambil kebahagiaan ini untuk disimpan dan dirasakan kembali di Jannah-Nya kelak.

Engkau sudah berada di tempat yg jauh lebih nyaman di sana, Anakku.

Semoga kami istiqomah selalu di jalan Allah,

Semoga kami untuk berjuang dan terus berjuang di sini untuk menggapai ridha Allah,

Semoga kami kelak bisa berkumpul kembali denganmu di sana, Melihatmu menyambut kami dengan tatapan penuh rindu di pintu surganya Allah.

Semoga kami…

Danish Ara Azami, salam rindu yg paling syahdu dari kami semua yg menyayangimu. ❤❤❤

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s