Breastfeeding Story

Menyusui dan Persiapannya

Momen menyusui merupakan momen paling berharga dan romantis antara ibu dan bayi.

Sulit digambarkan dengan kata-kata betapa bahagianya menikmati momen-momen indah menyusui. Betapa bahagia rasanya kita masih menjadi tempat bergantung si baby setelah selama 9 bulan ia berada di perut kita bertumbuh dan berkembang melalui supply makanan dari plasenta. Bahkan dulu, menyusu bisa menjadi mood booster dan pain killer bagi anakku Danish Ara. Rasa kesakitan dan bad mood hilang seketika berganti perasaan relaks dan bahagia jika ia diberi breastmilk. Ah, sungguh membahagiakan sekali.

Sebagai ibu, selain perasaan bahagia muncul karena melihat si baby bahagia, hormon oksitosin yg dikeluarkan pada saat menyusui benar-benar bikin relaks dan akhirnya mudah sekali diserang kantuk selain perasaan lapar dan dahaga tentunya karena aktivitas ini sungguh banyak membakar kalori. Sungguh menyusui teramat sangat menyenangkan. Meskipun berat pada awalnya, perjuangan di awal sama sekali tak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan perasaan bahagia di sepanjang prosesnya.

Dulu, dulu sekali sebelum akhirnya Allah menganugerahi kehamilan Danish sudah terbersit keinginan yg kuat di hati bahwa kelak ketika diamanahi anak akan menyusuinya selama 2 tahun. Ya, sesuai perintah Allah dalam Al-Quran. Walaupun pengalaman menyusui hanya berlangsung 10 bulan, alhamdulillah semuanya berjalan lancar sampai akhirnya Danish pergi.

Bersyukur sekali, banyak inspirasi dari orang-orang terdekat yg kebanyakan ibu-ibu muda merupakan para pejuang ASI. Semangat mereka menjadi Ibu Menyusui menular ke aku. Latar belakang profesi mereka yg berbeda-beda namun tetap bisa memberikan ASI buat sang anak membuat level semangatku semakin meningkat. Menjadi working mother bukanlah penghalang untuk bisa memberikan ASI.

Dan akhirnya Allah mengamanahi janin yg tumbuh di rahimku. Mulai saat itu, aku semakin rajin mencari ilmu dan informasi tentang ASI dan menyusui. Alhamdulillah setelah akhirnya Danish lahir cita-cita itu terwujud walau tak sampai 2 tahun. Alhamdulillah juga stock ASI perah mencapai 500 botol lebih di freezer walaupun akhirnya stock itu tak terpakai. Hiks.

Ok, kelamaan prolognya yak. Berikut ini beberapa faktor keberhasilan menyusui ala Vivi:

  1. NIAT. Inamal a’malu binniat. Tanamkan dalam hati dan pikiran kita tentang keinginan kita untuk menyusui buah hati kita. Ini terkesan sepele tapi hal ini merupakan fondasi yg harus dimiliki. Tahu kan bahwa kerja tubuh kita sangat terkait dengan perintah otak dan keadaan hati kita? Dan jika tekad kita sudah terpancang kuat, sebesar apapun halangan dan rintangan kita dalam proses menyusui kelak insya Allah ga akan membuat kita mudah menyerah.
  2. BELAJAR. Mencari dan menggali informasi tentang ASI dan menyusui. Lagi-lagi ini juga sering kita sepelekan, banyak yg akhirnya gagal karena kurangnya informasi. Kalo dulu, aku cari info via web-web tentang menyusui, kebidanan, parenting, via thread-thread ibu-ibu seperti theurbanmama.com dan mommiesdaily, via buku-buku kehamilan dan parenting, via cerita orang yg telah berpengalaman seperti ibu, ibu mertua, saudara dan teman-teman, via komunitas-komunitas pro ASI seperti ayahasi, dll. Intinya belajar dari mana saja dan siapa saja. Dari informasi ini kita sudah bisa mengetahui tentang menyusui mulai dari persiapannya, prosesnya hingga kendala-kendalanya. Ingat ya, menyusui itu mudah tapi bukan berarti tanpa kendala. Dengan memperbanyak mengumpulkan informasi, kita juga jadi belajar juga untuk tidak menggampangkan sesuatu dan panik pada saat kelak menemui kendala.
  3. AFIRMASI. Ini juga tak kalah pentingnya, afirmasi ke diri sendiri dan janin yg di dalam perut sambil dielus-elus bahwa kelak kita akan melewati masa-masa indah menyusui dengan lancar, produksi ASI lancar dan bayi juga lancar menyusunya. Beneran yg ini sungguh jitu deh, agak canggung awalnya tapi lama kelamaan menyenangkan dan nyaman sekali sambil relaksasi sambil suntikkan afirmasi positif ke dalam diri kita dan janin. Insya Allah janin di perut kita juga ikutan nyaman dan happy.
  4. SUPPORT. Dukungan orang terdekat sangat diperlukan pada saat kita memutuskan untuk menyusui anak mulai dari suami, ortu, mertua, kerabat dan pengasuh yg kelak terlibat dalam pengasuhan anak kita. Jadi sejak pra menyusui libatkan mereka dengan cara kita komunikasikan keinginan kita dan sharing info-info tentang menyusui yg kita dapatkan termasuk tips-tips dan semua persiapannya. Keberhasilan menyusui sangat bergantung juga dengan support dari orang-orang terdekat kita. Termasuk pada saat setelah kita melahirkan mereka menjadi pengawas jika sang bayi sedang tidak bersama kita, membantu massage, membantu menyiapkan makanan-makanan yg bergizi serta membantu proses belajar menyusui.
  5. BE PREPARE. Persiapan yg matang sungguh penting termasuk dalam hal memilih Obgyn yg pro ASI-IMD, Rumah Sakit yg pro ASI-IMD dan rooming-in, membeli pompa ASI yg tepat, membersihkan puting dll. Saat kehamilan sudah mendekati HPL, aku dan suami langsung mencari info Rumah Sakit mana saja yg pro ASI dan rooming in, menceritakan keinginan kami ke Obgyn, bertanya apakah dengan kelahiran secara caesar tidak menghambat proses menyusui, mencari tahu seberapa lama toleransi bayi yg baru lahir bisa menunggu hingga ASI bisa keluar, dll.
  6. DOA. Nah kalo yg ini sudah jelas yak, sebesar apapun usaha kita tetap faktor yg Maha Kuasa-lah yg menentukan segalanya. Selipkan keinginan kita menyusui anak kita di setiap lantunan doa kita dan pasrahkan hasilnya ke Allah SWT.

Itulah beberapa faktor keberhasilan menyusui yg aku lakukan sejak hamil hingga proses menyusui berlangsung. Mengapa hal ini diperlukan? Karena proses menyusui itu susah-susah gampang dan momen menyusui terlalu indah untuk dilewatkan sehingga diperlukan persiapan yg matang.

Baiklah sekian dulu cerita tentang menyusui kali ini, setelah ini insya Allah punya niat juga sharing tentang tips-tips memperlancar produksi ASI.

Dear mommies, happy breastfeeding! 😘

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s