Life Lessons

Di Balik Hujatan ke Pemimpin Negeri Ini

Bismillah. Habis facebook-walking dan nemu gambar yg lumayan makjleb di tengah-tengah aura kebencian berselimutkan kritik yg membabibuta terhadap pemimpin negeri ini.

Sebagai info awal, saya hanyalah rakyat jelata biasa, tidak berafiliasi dengan partai dan golongan politik manapun, tidak pula mempunyai tendensi apapun atas apa yg saya tuliskan ini. Hanya satu dari sekian rakyat yang jengah melihat fenomena pamer kebencian di sana-sini.

Iya, pada mulanya saya termasuk salah satu rakyat yg bingung menentukan pilihan siapa yang akan menjadi pemimpin negeri ini di pilpres 2014 silam. Di tengah kebingungan, saya mengamati hujatan yg tak henti-hentinya menerpa pada salah satu kandidat. Entah mengapa, banyaknya hujatan -yang semakin lama semakin jauh dari fakta yg bahkan otak saya pun tak mampu mencernanya- membuat saya malah semakin ‘curiga’. Iya ‘curiga’ ada apakah gerangan dengan kandidat ini sehingga semua berbondong-bondong bahkan terlihat panik untuk membagi-bagikan tulisan-tulisan, gambar ataupun sekedar meme yang berisi tuduhan dan hujatan tsb? Dengan modal itulah saya pun kepo maksimal dan berlanjut denan melakukan riset sana-sini. Nah, pada akhirnya dikarenakan semakin dalam dan mendalam akhirnya saya pun terjebak. Yak! Saya terjebak menjadi yakin bahwa kandidat yg penuh cacian dan hujatan inilah yg terbaik (menurut saya). Walaupun dikarenakan lagi menemani Pak Suami dinas ke Perancis dan saat bersamaan anak kami sakit akhirnya saya dan suami pun tak bisa menyalurkan aspirasi kami untuk memilih beliau. Iya, beliau yang saat ini duduk di kursi Presiden Republik Indonesia.

Hingga hari ini hujatan, cacian, tuduhan tak pernah berhenti bahkan terus menjadi-jadi. Miris. Sungguh miris. Baiklah, saya dan kita semua memang belum tahu apakah beliau ini mampu membawa negeri ini menjadi lebih baik, apakah beliau ini sanggup mewujudkan semua janji-janji dan juga visi-misinya. Allahualam. Hanya Allah yang Mahamengetahui. That’s why, oh come on just wait the result and let him do the job achievement, Guys. Ini menurut saya, ini maunya saya, ini kata hati saya dan keinginan saya ini ga akan sama dengan mereka-mereka di luar sana yang hatinya udah berlumut karena kebencian.

Dan.. di saat hati ini merasa miris melihat aura kebencian, caci maki bertebaran di mana-mana, dari kalangan apa saja, di saat itu pulak menemukan quote ini:

1447981586881

Allahualam. Terlepas dari apakah pemimpin kita saat ini yang termasuk kategori ini, saya hanya bisa memetik pelajaran berharga. Sesungguhnya, Allah-lah penggenggam takdir. Sedemikian rupa manusia dengan segala daya upayanya ingin menggagalkan atau meniadakan sesuatu, jika Allah tidak menghendaki maka hal itu tak akan pernah terjadi, bahkan upaya manusia itu pun pada akhirnya malah membawa sesuatu tersebut semakin melenggang menjauhi apa yang diinginkannya. Ini yang disebut pepatah “Bagai menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri”. Maksud hati mengeluarkan hujatan demi hujatan, tuduhan demi tuduhan supaya pemimpin negeri ini mundur dari jabatannya, ternyata yang paling sering dihujat dan dituduh inilah yang benar menurut Allah. Allahualam.

Ini hanya sekadar opini pribadi, berbeda dengan saya silahkan saja tapi saya tegaskan tulisan ini tidak untuk diperdebatkan. Wasting time. Jika manusia sudah tidak menyukai sesuatu dia akan menemukan 1001 alasan untuk membenci begitupun sebaliknya. Jadi berdebat hanya membuang-buang waktu saja, pada akhirnya masing-masing akan tetap teguh dengan pilihannya. 😊✌

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s