Rhyme

Kupeluk Erat Sedihku

Puncak tertinggi kebahagiaan adalah ketika kau bisa menertawakan kesedihanmu sendiri.

Karena bagimu kesedihan dan kebahagiaan tak ada beda. Datang dan pergi sesuka hati, silih berganti. Tak bisa dipanggil tak bisa diusir.

Kau bisa menerima rasa bahagia, menyambutnya dengan tangan terbuka. Mengapa kesedihan datang kau mengelak? Seakan bisa ia ditolak.

Oh dear, sejauh apapun kau berlari, setinggi apapun kau mendaki, selama bisa kau raba denyut nadimu sendiri, selama itu pula dia akan selalu hadir.

Terimalah ia. Rasakan kehadirannya. Dekap. Peluk. Tunggu saja. Belum sempat kau beranjak. Sudah pergi ia mengendap.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s