Husband and Wife Story

Notes Kecil Berarti Besar

Pagi-pagi setelah Pak Suami berangkat kerja tiba-tiba Bu Istri di tengah berbenah-benahnya ketemu note ini di atas tas yang ditaruh di atas kursi semalam.

image

“Ibu pintar”

Seketika itu pula si Bu Istri langsung melting. Meleleh. Berasa badan Bu Istri ringaaan banget, melayang-layang, padahal aslinya kan badan Bu Istri masih berat banget, masih hutang berapa kilo belom turun paska lahiran (malah curhat). Habis itu Bu Istri senyum. Buset, senyumnya juga berasa sumringah banget rasanya.

Pagi itu, Bu Istri habis nyusuin Anak Bayi-nya ditambah belom sempet sarapan pulak seharusnya badannya lemas tak bertenaga tapi selembar kertas kecil itu membawa efek magis bagi Bu Istri. Ajaib. Bu Istri beraktivitas pagi itu tenaganya kayak tenaga mobil SUV keluaran terbaru.

Ah. Ternyata, bikin hati Bu Istri berbunga-bunga itu ga butuh modal mahal. Apalah arti diberi seikat bunga segar dan cantik jika hati yang memberi ga setulus bunga itu sendiri. Apalah arti jalan-jalan sampe ke ujung dunia jika hati yang mengajak ikutan jalan-jalan juga. Bukan berarti Bu Istri ga butuh kejutan seikat bunga atau itinerary apik keliling nusantara atau dunia ya? Bu Istri mau juga sih kalo itu. Hihi. Bukan. Bukan itu kesimpulannya. Intinya mah, ngebahagiain hati Bu Istri itu ga perlu persiapan banyak, uang banyak, tenaga banyak, waktu banyak. Bu Istri itu manusia biasa, sama seperti kaum lelaki.

Manusia itu butuh diapresiasi. Yah, pasal ikhlas itu urusan itung-itungan Bu Istri dan Tuhannya -ga perlu diungkit karena tergantung niat yang ada di hati- tapi pasal me-maintain semangat itu itung-itungannya tetap ada. Sebegitu butuh dan senangnya Pak Suami diapresiasi atas prestasi kerjanya di kantor, sebegitu juga kebutuhan Bu Istri akan hal itu. Pak Suami bisa uring-uringan, demotivasi, frustasi kalo ternyata udah berlelah-lelah sedemikian rupa menghabiskan waktu dan tenaga menyelesaikan target-target pekerjaan tapi ternyata usaha kita ga diapresiasi dengan baik. Boro-boro dapet penilaian dan bonus gede, dipuji aja yg gratis kaga pernah. Percaya deh ga berapa lama setelah itu pasti ngetik surat resign. Masih enak, Bu Istri mana bisa ngetik surat resign. Eh, ngetik doang bisa sih.  Hihi. 😆

Belom lagi kalo Pak Suami ternyata di kantor punya bawahan atau junior, pasti Pak Suami punya ribuan cara berusaha untuk jadi leader yang baik. Men-develop tim sesuai dengan potensinya, memacu semangat tim, mengapresiasi dan mengevaluasi kerja tim demi tercapainya target bersama. Hal itu bahkan secara otomatis dilakukan Pak Suami di kantor, gimana caranya kerjaan beres, tim happy dan Pak Suami happy, Bapak itu happy, kumpul-kumpul, kita golf, kita beli private jet yang bagus, representatif (keterusan dialog #papamintasaham). Nah, ternyata yang model begini juga Bu Istri butuh lho. Bu Istri mau juga dong! 😉

Balik lagi ke note kecil itu, sebenernya apa yg dilakuin Bu Istri sih ga penting-penting amat, belum level heroic. Hanya memindahkan barang-barang Anak Bayi yang sebelumnya pake Diaper Bag yang kecil jadi kurang leluasa, kebetulan Diaper Bag yg besar punya si Kakak Bayi dulu juga belom ketemu di mana letaknya jadilah semua barangnya malem hari sebelumnya Ibu Istri pindahkan ke Tote Bag Bu Istri yang gede tentunya dengan pemisahan barang-barang ke pouch-pouch yang lebih kecil supaya ga berantakan. Biasa aja kan?

Dari hal biasa banget itu trus pagi-pagi ga sengaja si Bu Istri nemu itu note di atas tas yang artinya si Pak Suami kepoin itu tas dan buka isinya jadi dia tau apa yang udah Bu Istri lakuin semalam, nah ini bagian istimewanya yang bikin melting. “Oh ternyata dia paham apa yang gue lakuin dan dia puji pula hasil karya gue.” Kalimat yang terlintas di benak Bu Istri inilah yang bikin semangat Bu Istri lebih membara dari sebelumnya. Ternyata dunia wanita ga serumit yang dibayangkan ya? Ternyata ga perlu ke Planet Venus buat mengerti wanita, kita masih di planet yang sama kok! 😹

Disclaimer: Tulisan ini bukan untuk pamer kebaikan dan kelebihan Pak Suami karena Pak Suami hanyalah manusia biasa yang pastinya juga punya kekurangan. Tulisan ini hanya untuk memberikan gambaran dari sudut pandang Bu Istri yang katanya berasal dari planet yang berbeda dari Pak Suami jadi sulit dimengerti. Untuk pribadi, tulisan ini adalah bentuk apresiasi Bu Istri ke Pak Suami supaya Pak Suami lebih semangat lagi nyenengin hati Bu Istri. *modus* 😸

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s