Life Lessons

Keseimbangan Hidup

Hidup itu..
Tak melulu tentang pencapaian
Tak melulu tentang keberhasilan
Tak melulu tentang kemenangan
Tak melulu tentang kebahagiaan
Tak melulu tentang kesehatan
Tak melulu tentang riuh tepuk tangan

Hidup itu..
Juga tentang penundaan
Juga tentang kegagalan
Juga tentang kekalahan
Juga tentang kesedihan
Juga tentang kesakitan
Juga tentang cemooh ejekan

Hidup itu..
Gagal
Lalu berhasil
Lalu gagal
Lalu berhasil
Terus berlanjut hingga jasad ini tiada

Ironi.

Kau percaya Allah Maha Adil tapi kau inginkan hidup yang selalu berisi kesempurnaan. Sedangkan ada hidup lainnya di luar sana yang selalu berisi kemalangan untuk menggenapkan keseimbangan.

Badan yang tiba-tiba sakit, sedikit hal yang terjadi di luar rencana, dan penilaian manusia yang tak sesuai harapan selalu kau bantah, kau buang, kau tolak. Bahkan bisa menghancurkan semua rencana dan kehidupan yang lainnya.

Picik.

Kau akui setiap keberhasilan dan semua yang baik-baik. Lalu kau tendang setiap kegagalan dan semua yang buruk-buruk menimpamu. 

Bak pecundang yang berada di arena pertandingan. Ketika sorak sorai dan tepuk tangan bergema, kau busungkan dadamu, kau angkat kepalamu, dengan lantang maju ke depan kau akui kau yang berperan terhadap kemenangan. Sebaliknya ketika riuh cemooh, lemparan batu dan kemarahan menerpa, kau balik badanmu, bersembunyi di balik badan temanmu bahkan sambil kau tunjuk ia sebagai penyebab kekalahan.

Murahan.

Begitu murah harga dirimu. Cukup dibeli dengan puja-puji manusia. Kebahagiaanmu bergantung dengan penilaian manusia lainnya. Kau rakus akan pujian.

Kasihan.

Kau tuntut hidupmu dengan kesempurnaan. Padahal sudah jelas adanya bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Kegagalan kau anggap bagai neraka dan seakan hidupmu tak akan ada artinya sehingga kau kejar keberhasilan sedemikian rupa. Hingga akhirnya sakit melanda, kau bilang ada yang salah dan kau cari sesuatu yang bisa dipersalahkan.

Ternyata.

Kau robot kehidupan. Hidup dengan misi yang telah terprogram, dengan imaji kesempurnaan. Berambisi menaklukkan kehidupan tapi sesungguhnya kaulah yang ditaklukkan kehidupan. Kau terpenjara.

Sadarlah.

Hidup itu berpasang-pasangan
Tak kan ada sehat jika tak ada sakit
Tak kan ada bahagia jika tak ada sedih
Tak kan ada sukses jika tak ada gagal
Tak kan ada menang jika tak ada kalah

Sadarlah.

Life is journey not competition.
Nikmati proses naik, turun, tinggi dan rendah perjalanan kehidupan.
Jika harus berhenti, berhentilah sejenak.
Jika harus berlari, melesatlah sekencang mungkin.

Sadarlah.

Kau manusia bukan Tuhan.
Nikmati sebuah proses kehidupan.
Perkara hasil, itu urusan Tuhan.

——————————————————

Renungan diri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s