Life Lessons

Hati-hati dalam Membeli Perangkat Makan Bone China

Bismilahirrahmanirrahim..

Hati-hati dalam Membeli Perangkat Makan Bone China

Judul tulisan kali ini ‘terdengar’ agak berat, menuliskannya pun campur deg-degan karena berkaitan dengan ketetapan dalam hukum islam. Saya sadar ilmu yang dimiliki sungguh masih teramat sedikit namun berdasarkan pengalaman ketidaktahuan dan kesilapan tentang hal ini, memaksa diri untuk membagi dan menuliskan ini agar saudara, teman dan kerabat sesama muslim dapat menimbang-nimbang dulu sebelum membeli.

Berawal dari tawaran saudara ipar (istri dari adik suami) yang ada di Birmingham perihal titipan barang. Dalam waktu dekat ini ia bermaksud untuk mengirim barang ke Malaysia (negara asalnya) sehingga ia tawarkan adakah barang yang ingin kami beli di sana untuk diikutkan dalam pengiriman. Akhirnya seketika itu pula terlintas ‘London Tea Set’ yang sangat cantik-cantik yang sering wara-wiri di timeline Instagram.

miranda-kerr-sentiments-friendship-teacup-saucer-701587018807
Tea Set Miranda Kerr Royal Albert (source: royalalbert.com)

Cukup banyak online shop di Instagram yang menjual produk tsb dan selama ini hanya bisa ngelap iler ngeliatnya. Cantik-cantik dan terlihat mewah sekali, bahkan belom dipegang aja udah kerasa itu cangkir-cangkir halus sekali. Belom lagi beberapa tahun terakhir tema vintage dan shabby chic home decor lagi happening banget, duh cocok banget deh itu cangkir masuk wish list. Yah lagi-lagi ada harga ada rupa, meskipun itu dagangan selalu laris manis tiap dijual produk baru sekian jam langsung sold out atau status booked tapi harganya sungguh belum masuk di logika nih. Let’s say, harga 1 setnya rata-rata di kisaran Rp.750 k. Itupun harga online shop ya yang biasanya lebih murah dibanding harga di department store macam S*go dan M*tro.

“Apah? 1 set tea cup Rp.750 k ya lumayan murah dong 1 set kan? 12 biji kan? Plus tea pot pula kan?”

“Hellooo.. maaf ya, Sis 1 set di sini bukan selusin kayak beli tea set di toko pecah belah pasar pagi yak. 1 set di sini hanya 1 CANGKIR dan 1 ALAS CANGKIR. Saya ulangi 1 set di sini hanya 1 CANGKIR dan 1 ALAS CANGKIR jadi kalo selusin isi 12 ya coba aja kaliin deh 12 tuh harga.”

*kemudian pingsan*

royal-albert-100-years-10-piece-set-652383627871
Vintage Tea Sets (source: royalalbert.com)

OK, boleh deh bilang saya katrok ga apa-apa deh haha karena kepo saya cari tahulah tentang produk ini. Ternyata yang bikin mahal adalah bahannya yang terbuat dari ‘bone china’ dan konon katanya pembuatan produk ‘bone china’ asal Inggris merupakan kualitas paling bagus. Apa itu bone china? Bone china adalah salah satu jenis porselen halus yang komposisinya terbuat dari campuran dari feldspar, kaolin dan abu tulang itulah yang membuat produk dari bone china terlihat putih bersih, mengkilat dan mewah. Produk bone china juga kuat sehingga mudah dibentuk dengan sangat detail dan tipis. OK, noted karena emang bahan dasarnya dan metode pembuatannya yang detail ditambah ‘brand value’ dari produk-produk tea set asal Inggris yang terkenal berkualitas sejak lama membuat harganya menjadi wow banget.

Nah, akhirnya itu yang coba saya titip dengan saudara ipar, ya mana tau kan ya beli dari sana bisa kepotong 70% harganya (ngarep) kan lumayan, bisalah beli barang 1 set (bukan selusin loh ya!). Udah diinfokan dan saudara ipar langsung coba cari tahu pabriknya di mana siapa tahu bisa beli di pabrik langsung dengan harga yang lebih miring. Ga berapa lama diinfo bahwa itu merk semacam Royal Albert, Royal Doulton dll ga ada factory shop kemungkinan untuk jaga statusnya begitu katanya. Baiklah berarti memang mihil dari sononya yak. Hihi mundur teratur deh.

Nah, ini nih inti permasalahannya (loh dari tadi belom yak?) Barusan aja tadi dapet info lagi bahwa ternyata produk bone china di London terbuat dari campuran abu tulang sapi dan babi. What? Tiba-tiba mendadak lemas. Langsung cari tahu dan memang ternyata Majelis Ulama-nya Malaysia pun pada tahun 2012 sudah mengeluarkan fatwa bahwa produk bone china dari abu tulang hewan baik hewan halal seperti sapi, kambing dll namun tidak disembelih secara halal dan hewan yang tidak halal seperti babi dikategorikan ke dalam tidak diharuskan. Berikut saya kutip fatwa tsb supaya tidak salah makna:

Muzakarah Jawatankuasa Fatwa Majlis Kebangsaan Bagi Hal Ehwal Ugama Islam Malaysia Kali Ke-99 yang bersidang pada 4-6 Mei 2012 telah membincangkan mengenai Hukum Penggunaan Peralatan Dan Perhiasan Berasaskan Abu Tulang Haiwan (Bone China). Muzakarah telah membuat keputusan seperti berikut:

1. Muzakarah bersetuju memutuskan bahawa penggunaan bahan peralatan atau perhiasan yang dihasilkan daripada abu tulang haiwan (bone china) yang tidak halal mengikut syarak, termasuk haiwan yang halal dimakan tetapi tidak disembelih mengikut hukum syarak adalah tidak diharuskan.

2. Walaubagaimanapun, penggunaan peralatan dan perhiasan berasaskan abu tulang haiwan (bone china) yang halal dimakan dan disembelih mengikut hukum syarak adalah diharuskan.

Berikut tautan web tsb agar dapat dipahami lebih lanjut dasar pengambilan keputusannya: Fatwa Malaysia Abu Tulang Hewan Bone China

Mengapa Fatwa Malaysia? Karena saya sudah berusaha mencari tahu fatwa dari MUI dan ternyata khusus untuk produk ini memang belum ada fatwanya namun MUI sudah memfatwakan apapun yang berasal dari babi haram untuk pemanfaatannya (al-intifa’) -sumber: halalmui.org

Screenshot_2016-02-22-02-10-24-1
Babi dan Produk Turunannya (source: halalmui.org)

OK, pertanyaan selanjutnya, apa iya semua produk dari bone china adalah dari abu tulang hewan? Apa iya tulang hewan tersebut adalah tulang babi sehingga terindikasi haram? Untuk pertanyaan pertama, sejauh yang saya cari tahu dari beberapa definisi bone china semua menjelaskan bahwa bone china memang terindikasi terbuat dari campuran feldspar, kaolin dan abu tulang hewan. Untuk pertanyaan kedua saya mengutip dari halalmui.org yaitu:

Pada prinsipnya, secara fiqhiyyah, kulit hewan itu bisa dimanfaatkan. Sekalipun bangkai, hewan mati atau disembelih secara tidak syar’i, maka ia bisa dimanfaatkan untuk kepentingan non-konsumtif, dengan syarat sudah disamak, dengan proses penyamakan yang sesuai kaidah syariah. Sedangkan kulit dari hewan yang halal dan disembelih secara syar’i, bukan hanya boleh dimanfaatkan, tetapi boleh juga untuk dikonsumsi. Misalnya untuk sop kulit, gulai kikil, kerecek, kerupuk kulit, dll

Namun, “Kalau hewan yang pada asalnya haram dan najis ketika masih hidup, seperti anjing dan babi, maka matinya pun tetap najis, dan tidak boleh dimanfaatkan,” Jadi fungsi penyamakan kulit hewan itu hanya berlaku pada hewan yang pada saat hidup dianggap suci. Sedangkan kalau pada saat hidup ia dianggap najis, maka, ia menandaskan, matinya juga najis. Walaupun disamak, tetap juga najis.

Pendapat ini agak berbeda dari Fatwa Malaysia pada bagian hewan halal yang disembelih tidak syar’i, menurut MUI semua bagian tubuh hewan halal (dalam hal ini contohnya kulit sapi) meskipun tidak disembelih tidak syar’i dengan syarat sudah disamak maka bisa dimanfaatkan untuk kepntingan non-konsumtif. Namun untuk kasus bone china perlu dipastikan lagi tulang hewan apakah yang dipakai sebagai bahan dasarnya dan juga tentang penyamakan tulang hewan halal yang tidak disembelih apakah telah dilakukan secara syar’i sehingga dalam kasus ini masih timbul keragu-raguan (syubhat). Allahu’alam bishowab.

Membaca itu seketika tubuh lunglai, langsung cekidot ke tekape (baca: dapur), Gan. Otidaak! Apa yang ditakutkan benar-benar terjadi ternyata ada salah satu mug yang 1,5 bulan lalu dibeli di ‘toko kelontongan’ AC* Hardware ternyata adalah bone china. *lemes*. Untuk menjadi perhatian, produk ini mudah sekali didapatkan di toko tsb dan tidak ada keterangan apapun mengenai produk ini selain tulisan di dasar mug yang tertera ‘Fine Bone China’.

1456082454253

Qadarullah, untuk saya pribadi ini menjadi pembelajaran untuk lebih berhati-hati lagi dalam membeli produk apapun alangkah baiknya agar dipastikan terlebih dahulu bahan dasar pembuatannya dan untuk barang yang udah terlanjur dibeli kemungkinan akan saya coba berikan ke kenalan yang non-muslim.

Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena Allah ‘Azza wa Jalla, kecuali Allah akan menggantikannya bagimu dengan yang lebih baik bagimu”

(HR Ahmad no 23074)

Insyaa Allah.

47 thoughts on “Hati-hati dalam Membeli Perangkat Makan Bone China

  1. Sebenarnya masih banyak lagi yang kita tidak ketahui akan berbagai produk yang kita gunakan sehari-hari ada terbuat dari arang tulang babi. Contohnya adalah filter air yang sering digunakan untuk AIR ISI ULANg. Dan tidak menutup kemungkinan filter2 air yang lain.
    Wallahu a’lam bishawwab. Yang jelas, Muslim seharusnya banyak mengadakan penelitian untuk membuat barang2 kebutuhan sehari2, sehingga selalu dipastikan terbuat dari bahan2 yang halal.

    Liked by 1 person

    1. Iya ya, Mba. Bener banget. Filter itu biasanya dr carbon aktif gt kan ya? Dr tulang babi juga konon katanya. Allahu’alam. Bener bgt saran dr Mba Titi, semoga ke depannya akan ada ya mengingat skrg juga udh jalan MEA jd semua produk luar negri bebas masuk ke dlm negeri.

      Liked by 1 person

  2. alau segitu harganya masih wajar mba.. makanya diberi nama bone karena mengandung tulang kali ya.. so far bone china aku jadiin pajangan aja, gak dipakai. tapi masih terhitung boleh gak sih buat pajangan gitu? apa harus di buang juga? hiikksss

    Liked by 1 person

    1. Nah, Allohualam Mba. Sepertinya bersentuhan ga boleh ya, Mba sempet kebaca yg di page-nya Majelis Malaysia sepertinya pajangan jg dimasukkan. Allohualam. Nanti cb saya pelajari lagi atau coba dikonsulkan ke ahlinya.

      Like

    2. Nah, Allohualam Mba. Sepertinya bersentuhan ga boleh ya, Mba. Sempet kebaca yg di page-nya Majelis Malaysia sepertinya pajangan jg dimasukkan. Allohualam. Nanti cb saya pelajari lagi atau coba dikonsulkan ke ahlinya.

      Like

  3. Ya Allah mbak, bermanfaat banget artikelnya. Beneran ga kepikiran masalah halal haram perkakas dapur.
    Ga kepikiran kalo pake campuran abu tulang. Berarti perkakas pun harus ada label MUI ya…
    Yang arang tulang babi buat filter air isi ulang tolong dibahas dong mbak.
    Aku share ya mbak..🙂

    Liked by 1 person

    1. Silahkan, Mba. Nah yg filter itu saya belom paham banget tapi sepertinya ada di bahan karbin aktifnya yg merupakan dari tulang hewan jd kasusnya kurang lebih dengan bone china ini ya. Baiklah, PR jg nih ini supaya hati2 dgn berbagai filter.

      Like

    1. Iya. Pantesan beda bentuknya lebih kinclong, tipis tapi kokoh dan detailnya sgt bagus ternyata ya karena bahannya emang beda sama keramik biasa. Sayang memang, cantik-cantik tapi…. :’)

      Like

  4. Mba ….. yg pernah saya dengar dari ustadz bahwa brg2 yg haram sebaiknya tidak diberikan kepada teman / keluarga kita yg non muslim. Itu sama aja menambah dosa buat mereka. Meskipun mereka konsumsi babi tapi dengan memberikan brg2 haram, makanan haram tetap saja hukumnya tidak lantas menjadi halal bagi mereka. Hukumnya tetap saja haram. Jadi lebih baik di buang atau dihancurkan brgnya mba. Sekian jazakillahu khair

    Like

  5. Makasi mba artikelnya bermanfaat.
    Sayang MUI belum ngeluarin fatwa ato di indo blum ada yg bone china yg bersertifikat halal (kyknya) apa blum diekspos mungkin
    Just sharing kl diluar ada merk2 bone china yg halal, artikelnya : http://www.thestar.com.my/news/nation/2012/04/15/make-no-bones-about-it-the-chinaware-is-halal/

    http://www.daganghalal.com/HalalInfo/HalalArticlesDtl.aspx?id=342

    Jd mungkin kl mo beli 2 merk itu aja kali yah he2

    Like

  6. Mba, sebaiknya dimusnahkan saja. Jangan diberikan ke orang lain meski non muslim. Semua yang diharamkan Allah sebenernya berlaku untuk semua manusia. Jadi kalau memberikan ke yg non muslim sama saja kena dalil membantu dalam hal maksiat yang juga mendapat dosa yang sama, sebagaimana membantu dalam kebaikan pun mendapat pahala yg sama dengan orang yg melakukan kebaikan itu tanpa mengurangi pahalanya.
    Wallahu a’lam…

    Like

  7. Huwaaa serem amaat y mba vivi,ampe perangkat makan aj dari B2. Mba tau st james ga? Kalo ini bone china jg bkn y? Ak punya hadiah tea set dari pernikahan kami 6thn lalu

    Like

  8. Mbaa.. kalo gak dipake minum atau makan gak boleh juga ya? Buat dipandang2…
    Maaf ya ilmu msh rendah bgt…*
    Bagus banget yaa…
    Aku baru pengen punya2an…

    Like

  9. Maaf mbak, di artikel di atas, mbak menyebutkan bahwa fine bone china itu terbuat dari campuran dari feldspar, kaolin dan abu tulang. Lalu ketika melihat cup/mug yang bertanda fine bone china, bagaimana mbak bisa yakin (atau setidaknya menduga) bahwa ada komposisi babi nya? Karena saya juga membutuhkan informasi terkait tulisan “fine china” (bukan fine bone china)
    Sependek yang saya tau, ilmu itu sebelum perkataan (termasuk tulisan) dan perbuatan, dan bahwa Allah melarang kita mengikuti sesuatu tanpa ilmu (ilmu yang dimaksud adalah bashiroh, mengetahui dengan bukti). Dan Allah menetapkan bahwa hukum asal segala sesuatu (urusan dunia, spt alat makan misalnya), adalah halal, hingga ada dalil yang mengharamkannya atau bukti yang menunjukkan keharamannya.

    Like

  10. manfaat banget artikelnya. thanks sdh berbagi ilmu. jujur aja, bone china emg bikin ngiler sampai kebawa mimpi. tp dr namanya aja udh bikin ragu dr dulu. makanya, krn cari aman, saya pribadi lebih pilih china ware biasa yg cenderung lebih berat di tangan. ini jg jd tips untuk sekilas membedakan antara china ware tanpa tulang dg bone china tersebut. bobotnya jauh berbeda meski besarnya keliatan sama. saran saya mah, beli perkakas made in Indonesia saja. karena meski produksi untuk pasar global, insyaAllah mengikuti regulasi dalam negeri. kayak 222 Fifth, misal. udh cukup cantik kok meskipun memang berat dan ga sekinclong teaset bone china.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s