L’ Histoire

Page ini akan ngegantiin page ‘Tentang Seseorang’ yang akan segera dihapus. Sepertinya dalam menulis di blog ini, saya perlu meluruskan niat bahwa tujuan menulis bukan untuk orang lain, bukan pula untuk sanjungan dan pujian, apalagi ketenaran. Oleh karena itulah, tak perlu memperkenalkan diri siapa saya.

Mengapa menulis di blog?

Pertama membuat blog ini kira-kira tahun 2008, saat itu saya sedang sibuk berjibaku dengan tugas akhir perkuliahan. Untuk memperkaya analisis bahkan hanya untuk menemukan ide, hampir tiap hari bolak-balik mengunjungi warnet. Kebetulan sekali, ada teman satu pondokan yang juga menemani. Ia ternyata sangat aktif berselancar di dunia maya bahkan ke dunia tulis-menulis di blog. ­Hai, Ama! 😊 Kepo, akhirnya saya minta ditulari keahliannya alhamdulillah ia pun dengan bahagianya membagi ilmu yang dia punya sampai akhirnya jadi blog ini. Thank you so much, Ama. Jazakillah khoir. 😘 Jadi niat awalnya hanya coba-coba dan akhirnya keterusan meskipun ini blog sempat bolak-balik mati suri.

Alhamdulillah beberapa tulisan yang saya posting di awal statistik pengunjungnya cukup banyak bahkan hingga hari ini. Dulu, pada saat mengetahui hal itu saya sempat terlena dan termotivasi ingin terus mencari tulisan yang bisa disenangi dan memancing ketertarikan orang untuk berkunjung. Berhasil? Failed. Semua ide menulis dan kata-kata atau kalimat yang terangkai di otak pun tiba-tiba lenyap tak berbekas. Lidah kelu, jari-jemari kaku nyaris seperti penyanyi kacangan yang baru mau naik panggung. Semua ide pun berakhir di draft file atau bahkan saya ‘robek-robek’ lalu masuk ke tong sampah. Kalaupun jadi beberapa tulisan hanyalah remah-remah dari sekian banyak ide yang ada di otak. Ah, ide besar itu terpangkas hanya karena ambisi yang terlalu beringas. Lagi-lagi blog ini tidur lelap sekian lama.

Akhir 2014, saya kehilangan anak sulung begitu mendadaknya. Kehabisan tempat untuk bercerita karena orang-orang terdekat pun ikut berduka. Punya banyak teman dari segala penjuru juga yang dengan sukarela menawarkan telinga, sudah saya bagi semua cerita dan luka hati ke banyak teman dekat setiap kalo dilanda keterpurukan. Ternyata itu saja belum cukup ampuh. Saya tetap tak mau berlama-lama drama di depan mereka, khawatir hal itu melelahkan mereka walau saya yakin teman-teman saya tak terbersit sedikit pun perasaan itu. Akhirnya saya jadikan blog ini tempat curhat. Ah, blog ini seketika menjadi penyembuh luka.

And here we are..

Blog ini seakan menemukan jati dirinya. Ah setiap amalan tentu tergantung niatnya. Begitu pula dengan blog ini, sebagai penulis di blog ini saya perlu meluruskan niat supaya tak terperangkap dengan khayalan semu atau hal-hal norak lainnya.

Menulis bagi saya adalah..

Sarana untuk menjaga kewarasan. Tau kan wanita itu dalam sehari butuh mengekspresikan ribuan kata-kata? Nah, ini dia nih pendengar terbaik ‘celotehan’ saya. Persis seperti perempuan ketika bercerita atau berkeluh kesah atau curhat, ia ga butuh solusi, ga butuh tanggapan apalagi ceramah. Wanita cuma butuh didengarkan dan blog ini cukup efektif menjaga kewarasan saya agar tetap di garisnya karena bisa mengekspresikan sebebas (tapi bertanggung jawab) mungkin apa yang saya rasakan dan pikirkan tanpa merasa dihakimi dan mengganggu ketenangan orang lain.

Sebagai catatan kehidupan dan saksi sejarah. Blog ini bagi saya sebagai wadah untuk menyimpan pemikiran-pemikiran dan perasaan-perasaan saya berdasarkan apa yang saya alami dari waktu ke waktu. Yah, semacam mesin waktu yang kelak ketika saya buka kembali akan mengingatkan saya atas apa yang saya alami dulu dan bagaimana saya bersikap saat itu.

Sebagai bentuk penegasan. Saya pembelajar sejati. Apa yang saya tulis merupakan apa yang saya lihat, dengar, baca dari kisah orang lain atau dari media lain dan juga apa yang juga saya alami. Hal ini perlu semacam legal statement bahwa setiap perbaikan-perbaikan, nilai moral, hikmah yang terkandung dari apa yang saya tuliskan merupakan pengingat bagi saya untuk menjadi manusia yang terus belajar dan belajar untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi dari waktu ke waktu.

Sarana berbagi. Tak bisa dipungkiri bahwa manusia adalah makhluk sosial. Saling berbagi saling memberi satu sama lain. Termasuk dalam menulis. Saya bagikan tulisan-tulisan ini siapa tahu ada yang bisa dijadikan informasi berguna bagi orang lain. Harapannya bisa bermanfaat dan membawa atau menginspirasi ke hal-hal yang positif. Yah, hanya itu niatan. Astaghfirullahaladzim semoga bisa terus meluruskan niat.

Sarana untuk menambah wawasan. Dalam setiap tulisan yang akan dibahas, meskipun dengan alur yang dibuat sendiri tentu saja ada beberapa bahan yang dibutuhkan riset kecil-kecilan. Bisa untuk sekedar mengingat, mencari referensi, atau bahkan mencari inspirasi. Harapannya dengan begitu, menulis di blog bisa juga sebagai jendela bagi saya untuk melihat dunia.

Sekian penegasan niatan menulis saya di blog ini. Perlu ditegaskan untuk terus menjaga niatan ini agar tetap lurus karena setiap tulisan tentu kelak akan dipertanggungjawabkan. :’)